Pasar Chip Global Naik 25,6 Persen, Menuju Rp 16.000 Triliun Tahun Ini
– Industri semikonduktor global mencatat rekor baru sepanjang 2025. Total penjualan chip dunia mencapai 791,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 12.800 triliun (kurs Rp 16.200), naik 25,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 630,5 miliar dollar AS.
Data ini diumumkan oleh Semiconductor Industry Association (SIA) dalam laporan terbarunya. Lonjakan ini menandai pertumbuhan signifikan industri chip yang menjadi tulang punggung berbagai teknologi modern.
Secara kuartalan, penjualan chip pada kuartal IV-2025 mencapai 236,6 miliar dollar AS, melonjak 37,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga lebih tinggi 13,6 persen dibanding kuartal III-2025.
Sementara itu, penjualan pada Desember 2025 tercatat sebesar 78,9 miliar dollar AS, naik 2,7 persen secara bulanan.
Baca juga: Elon Musk Umumkan Proyek Terafab Rp 339 Triliun, Pabrik Chip Raksasa yang Belum Pernah Ada
Tembus Rp 16.000 triliun akhir 2026
Presiden dan CEO SIA, John Neuffer, mengatakan industri semikonduktor kini memasuki fase pertumbuhan baru yang didorong teknologi mutakhir.
“Industri semikonduktor global mencatat penjualan tahunan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, mendekati 800 miliar dollar AS, dan diproyeksikan mencapai sekitar 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 16.000 triliun) pada 2026,” ujar Neuffer dikutip KompasTekno dari situs SIA.
Ia menambahkan, chip menjadi fondasi hampir seluruh teknologi modern, mulai dari kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga jaringan 6G dan kendaraan otonom, yang terus mendorong permintaan global.
Dari sisi regional, pertumbuhan penjualan chip paling tinggi terjadi di kawasan Asia Pasifik dan wilayah lainnya yang melonjak 45 persen. Disusul kawasan Amerika yang tumbuh 30,5 persen, China 17,3 persen, dan Eropa 6,3 persen.
Ilustrasi pabrik chip Samsung
Sebaliknya, Jepang menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami penurunan, yakni sebesar 4,7 persen.
Baca juga: Samsung dan AMD Kolaborasi Garap Chip AI, Ini yang Dikembangkan
Secara bulanan pada Desember 2025, penjualan meningkat di kawasan Amerika (3,9 persen), China (3,8 persen), dan Asia Pasifik (2,5 persen). Namun, penjualan turun di Eropa (-2,2 persen) dan Jepang (-2,5 persen).
Dari sisi produk, segmen chip logika menjadi kontributor terbesar dengan total penjualan 301,9 miliar dollar AS sepanjang 2025, naik 39,9 persen. Sementara itu, chip memori berada di posisi kedua dengan nilai penjualan 223,1 miliar dollar AS, meningkat 34,8 persen.
Kebijakan mendukung
Neuffer menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung industri semikonduktor, khususnya di Amerika Serikat, agar tetap kompetitif secara global.
“Seiring semikonduktor terus mendorong teknologi yang mengubah permainan saat ini dan masa depan, sangat penting bagi para pemimpin di Washington untuk memprioritaskan kebijakan yang akan memperkuat ekosistem chip domestik dalam jangka panjang," ujar Neuffer.
"Industri semikonduktor AS yang kompetitif secara global akan membantu meningkatkan ekonomi, memperkuat keamanan nasional, serta memimpin persaingan global dalam kepemimpinan teknologi di abad ke-21,” lanjut Neuffer.
Sebagai catatan, data penjualan bulanan industri semikonduktor dihimpun oleh World Semiconductor Trade Statistics (WSTS) dan disusun dalam rata-rata bergerak tiga bulan.
Tag: #pasar #chip #global #naik #persen #menuju #16000 #triliun #tahun