3 Apple Store di AS Tutup Permanen, Termasuk yang Bersejarah
– Apple Inc. dikabarkan akan menutup secara permanen tiga gerai Apple Store di Amerika Serikat pada pertengahan 2026. Penutupan ini mencakup lokasi di Trumbull (Connecticut), Escondido (California), dan Towson (Maryland).
Tiga toko tersebut masing-masing adalah Apple Trumbull, Apple North County, dan Apple Towson Town Center. Penutupan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, dengan proses transisi karyawan dimulai dalam beberapa pekan sebelumnya.
Salah satu yang paling disorot adalah Apple Towson Town Center di Maryland. Gerai ini memiliki nilai historis karena menjadi toko Apple pertama di AS yang resmi membentuk serikat pekerja pada 2022.
Baca juga: Apple Store Los Angeles Dijarah di Tengah Aksi Protes Kebijakan Trump
Penutupan ini pun memicu reaksi dari serikat pekerja yang menilai langkah tersebut kontroversial dan berpotensi melemahkan gerakan union di lingkungan ritel Apple.
Apple dalam pernyataannya menyebut keputusan penutupan ini diambil setelah mengevaluasi kondisi lokasi, khususnya pusat perbelanjaan (mal) tempat toko-toko tersebut berada.
Beberapa mal tersebut dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung (foot traffic) serta ditinggalkan sejumlah tenant besar, sehingga dinilai tidak lagi optimal secara bisnis, dirangkum KompasTekno dari Business Insider.
Penampakan sisi dalam Apple Store pertama Malaysia.
Sebagai contoh, Trumbull Mall di Connecticut disebut mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir, sementara Westfield North County di California juga menghadapi tren serupa seiring pergeseran perilaku belanja konsumen ke kanal online.
Tidak ada PHK
Meski menutup tiga gerai, Apple menegaskan tidak melakukan pengurangan tenaga kerja secara langsung. Karyawan yang terdampak akan diberikan opsi untuk dipindahkan ke Apple Store lain atau melamar posisi lain di dalam perusahaan.
Baca juga: Mobil Tabrak Toko, Apple Malah Digugat
Di sisi lain, Apple juga tetap melanjutkan strategi ekspansi ritelnya secara global. Perusahaan diketahui masih membuka dan merenovasi toko di lokasi strategis, termasuk di kawasan dengan trafik tinggi dan pasar yang berkembang.
Penutupan ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri ritel Amerika Serikat. Sepanjang 2026, diperkirakan lebih dari 1.500 toko ritel akan tutup akibat perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke belanja online, serta melemahnya daya tarik pusat perbelanjaan konvensional.
Namun demikian, langkah Apple ini juga dilihat sebagai penyesuaian strategi, bukan penarikan dari bisnis ritel. Apple masih mengandalkan toko fisik sebagai pusat pengalaman pelanggan (customer experience), layanan purna jual, serta pemasaran produk premium mereka.
Tag: #apple #store #tutup #permanen #termasuk #yang #bersejarah