Komdigi Akui Ada Kejanggalan Rating Usia Game di Steam, Investigasi Digelar
Ilustrasi Steam dan IGRS.(X/Ministry of Gamers)
22:36
7 April 2026

Komdigi Akui Ada Kejanggalan Rating Usia Game di Steam, Investigasi Digelar

– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengakui adanya kejanggalan dalam tampilan klasifikasi Game Rating System (IGRS) pada sejumlah game di platform distribusi Steam di Indonesia.

“Kami sepakat dengan teman-teman, khususnya netizen, menurut kami insiden ini sangat janggal ya, sangat janggal sekali dan mungkin sangat ekstrem ya,” ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, saat konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (7/4/2026), sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Saat ini, Komdigi telah berkoordinasi dengan Steam untuk mendalami temuan ini.

“Makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya, dan baik di internal Komdigi ataupun di eksternal di pihak Steam,” lanjut Sonny.

Baca juga: Mengenal IGRS Komdigi, Sistem Rating Usia Game yang Tengah Jadi Polemik

Polemik rating IGRS ramai dibicarakan warganet, terutama di media sosial X (dulu Twitter) beberapa hari terakhir.

Sejumlah pengguna membagikan tangkapan layar yang menunjukkan adanya game dengan konten dewasa, termasuk unsur seksual, justru diberi label aman untuk anak usia 3 tahun ke atas (3+).

Di sisi lain, beberapa game AAA populer seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater justru diberi label “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia”.

Komdigi menyatakan sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi sumber masalah, baik dari sisi platform Steam maupun pengembang game.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan akar persoalan dapat diidentifikasi secara utuh, mencakup proses produksi, penilaian, hingga distribusi konten.

Tak hanya itu, kedua pihak juga melakukan penelusuran terhadap konten yang dinilai tidak selaras antara rating dan isi game.

Sebagai langkah mitigasi cepat, pihak Steam disebut telah menurunkan (take down) label rating pada game yang bermasalah.

Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

Sonny mengatakan penerapan IGRS merupakan bagian dari upaya pelindungan anak di ruang digital yang juga sejalan dengan regulasi yang berlaku.

"Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya," kata Sonny dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Selasa (7/4/2026)

Ia menambahkan bahwa regulasi terkait klasifikasi usia game merupakan terobosan yang akhirnya terealisasi setelah melalui proses panjang sejak 2014.

“Setelah penantian panjang selama 10 tahun, kita akhirnya berhasil menghadirkan regulasi yang memberikan pelindungan serta kepastian bagi konsumen dan industri gim. Indonesia kini telah memiliki standar pelindungan warga negara yang sejajar dengan negara-negara lain,” tegas Sonny.

Ia menambahkan, penerapan IGRS ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

“Semua ini kami lakukan demi pelindungan konsumen dan keluarga di Indonesia. Orang tua kini memiliki panduan untuk memastikan anak-anak bermain gim yang sesuai usianya,” pungkas Sonny.

Tag:  #komdigi #akui #kejanggalan #rating #usia #game #steam #investigasi #digelar

KOMENTAR