Penjualan Tiket KAI Sepanjang Libur Idul Adha Capai 1,2 Juta
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket untuk periode keberangkatan 26 Mei hingga 1 Juni 2026 telah mencapai 1.215.456 tiket.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pada empat hari pertama periode long weekend, yakni 26 sampai 29 Mei 2026, KAI telah melayani sebanyak 736.819 pelanggan di berbagai wilayah operasi di Jawa dan Sumatra.
“Tingginya mobilitas pelanggan pada periode ini menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung pergerakan masyarakat antardaerah,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Transaksi Tiket KAI Tembus 7,2 Juta, Pelanggan Makin Andalkan Aplikasi
Dia mengatakan, banyaknya masyarakat yang menggunakan KAI sebagai moda transportasi saat liburan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus tumbuh.
“Kereta api menjadi pilihan perjalanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang mudah, waktu tempuh yang terukur, serta kenyamanan selama perjalanan,” ujar Anne.
KAI juga melihat pola perjalanan pelanggan yang semakin beragam.
Jika sebelumnya arus perjalanan libur cenderung terpusat pada hari-hari tertentu, kini distribusi keberangkatan berlangsung lebih merata sepanjang masa libur.
Baca juga: KAI: 911.176 Tiket Ludes Terjual Saat Libur Idul Adha dan Hari Pancasila
Pola tersebut menunjukkan masyarakat semakin fleksibel dalam menentukan waktu bepergian, baik untuk berwisata, bersilaturahmi, menghadiri kegiatan keluarga, maupun melakukan perjalanan antarkota lainnya.
Adapun puncak keberangkatan tercatat pada 26 Mei 2026 dengan jumlah pelanggan mencapai 214.349 orang.
Setelah itu, angka okupansi harian tetap terjaga di level tinggi, berkisar antara 149.000 hingga 191.000 pelanggan per hari.
Suasana Stasiun Daop 8 Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Tingginya permintaan perjalanan juga tecermin dari padatnya aktivitas di sejumlah stasiun utama.
Baca juga: Penumpang Compartment Suite KAI Naik 79 Persen hingga April 2026
Hingga 30 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan terfavorit dengan melayani 84.578 pelanggan, disusul Stasiun Gambir sebanyak 73.532 pelanggan dan Stasiun Yogyakarta sebanyak 68.951 pelanggan.
Selain itu, Stasiun Semarang Tawang, Bandung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Purwokerto, Semarang Poncol, dan Solo Balapan turut masuk dalam daftar 10 stasiun keberangkatan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama masa libur panjang.
Sebaran pelanggan yang relatif tinggi di berbagai kota menunjukkan bahwa perjalanan masyarakat tidak hanya terkonsentrasi pada rute Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga menuju sejumlah destinasi favorit di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tingginya aktivitas keberangkatan dari stasiun-stasiun tersebut sejalan dengan peran kota-kota yang dilayaninya sebagai pusat ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan pariwisata.
Baca juga: KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Perkuat Mobilitas Penumpang
Jakarta melalui Stasiun Pasar Senen dan Gambir masih menjadi titik awal perjalanan terbesar karena merupakan pusat kegiatan nasional dengan konektivitas yang menjangkau berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra.
Sementara itu, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Solo, Purwokerto, dan Surabaya merupakan kota-kota dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke DIY selama Januari–Maret 2025 mencapai 10,2 juta perjalanan atau meningkat 3,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 9,8 juta perjalanan.
Di Jawa Barat, BPS Kota Bandung mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Bandung pada Januari–September 2025 mencapai 17,76 juta perjalanan atau meningkat 24,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Perkuat Armada di Sumbagsel, KAI Kirim Kereta Ekonomi hingga Kereta Pembangkit
Sebanyak 48.917 penumpang kereta api mulai memadati Stasiun Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, pada H-1 Idul Adha 1447 H.
Pada Desember 2025, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara ke Kota Bandung tercatat mencapai 2,278 juta perjalanan dengan tingkat penghunian kamar hotel sebesar 64,14 persen.
Anne menambahkan, tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang memberikan dampak yang lebih luas bagi berbagai sektor ekonomi di daerah tujuan perjalanan.
Pergerakan pelanggan melalui layanan kereta api turut mendukung aktivitas pariwisata, perdagangan, perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada arus kunjungan antardaerah.
“Kereta api hadir sebagai penghubung aktivitas masyarakat dan penggerak konektivitas antardaerah. Ketika mobilitas berjalan baik, aktivitas ekonomi ikut bergerak,” kata dia.
Baca juga: Dari 172 Titik Prioritas, KAI Sudah Tutup 94 Pelintasan Sebidang
“KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar manfaat ekonomi dari konektivitas ini dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tegas Anne.
Tag: #penjualan #tiket #sepanjang #libur #idul #adha #capai #juta