Alibaba Rilis Qwen 3.6 Plus, Model AI Flagship Bisa Coding dan Kerja Otomatis
- Anak perusahaan Alibaba Group, Alibaba Cloud, merilis model kecerdasan buatan (AI) flagship terbarunya, Qwen 3.6 Plus.
Berbeda dari AI biasa yang hanya merespons perintah, Qwen 3.6 Plus dikembangkan untuk mendorong penggunaan AI yang lebih mandiri, atau dikenal sebagai agentic AI. Mulai dari memahami masalah, merencanakan solusi, hingga mengeksekusi tugas secara otomatis.
Dengan pendekatan ini, AI bisa menyelesaikan pekerjaan dalam satu alur, tanpa perlu diarahkan terus-menerus. Mulai dari memahami perintah, menyusun rencana, hingga mengeksekusi hasilnya.
Qwen 3.6 Plus juga difokuskan untuk coding. Model ini bisa membantu proses pengembangan software dari awal hingga akhir, mulai dari merencanakan, menulis kode, menguji, hingga menyempurnakan hasilnya.
Bahkan, AI ini disebut mampu menangani proyek skala besar seperti pengembangan aplikasi atau sistem berbasis repository, bukan sekadar potongan kode kecil.
Baca juga: Google Rilis Veo 3.1 Lite, Model AI Versi Hemat untuk Pengembang
Untuk mendukung hal ini, Qwen 3.6 Plus dibekali kemampuan membaca konteks sangat panjang hingga 1 juta token, sehingga bisa memahami proyek besar dalam satu waktu.
Qwen 3.6 Plus juga memiliki kemampuan multimodal. Artinya, AI ini bisa memahami berbagai jenis input, dari teks, gambar, dokumen, hingga video.
Kemampuannya tidak hanya sebatas mengenali gambar, tetapi juga menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan informasi visual. Misalnya, membaca dokumen kompleks, memahami tampilan antarmuka, atau menganalisis kondisi di dunia nyata.
Model ini bahkan diklaim bisa mengubah desain visual, seperti screenshot atau sketsa, menjadi kode frontend yang siap digunakan.
Alibaba menekankan bahwa Qwen 3.6 Plus dirancang untuk penggunaan nyata di dunia bisnis. Model ini dioptimalkan agar stabil dan akurat dalam menjalankan tugas kompleks, seperti analisis data, otomatisasi pekerjaan, hingga inspeksi berbasis AI.
Qwen 3.6 Plus juga akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Alibaba, termasuk platform enterprise Wukong dan aplikasi Qwen Chat.
Selain itu, model ini kompatibel dengan berbagai tools coding populer, sehingga bisa langsung digunakan dalam alur kerja developer, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman resmi Alibaba Cloud.
Peluncuran Qwen 3.6 Plus ini bersamaan dengan langkah Google yang merilis model AI Gemma 4.
Baca juga: 10 Profesi yang Masih Aman di Tengah Gempuran AI
Sedikit berbeda dengan Qwen 3.6 Plus, Gemma 4 hadir sebagai model open-weight (lebih terbuka) dengan lisensi Apache 2.0.
Ini memungkinkan siapa saja untuk menggunakan, memodifikasi, dan mengembangkannya secara bebas. Pun, developer dan perusahaan dapat menggunakannya tanpa banyak batasan, termasuk untuk kebutuhan bisnis.
Langkah ini terbilang menarik karena dilakukan di saat sejumlah perusahaan AI asal China, termasuk Alibaba dengan model Qwen terbarunya, mulai membatasi akses terbuka pada model mereka.
Perusahaan raksasa yang bermarkas di Mountain View, California ini justru mengambil arah sebaliknya. Google justru membuka akses ke model Gemma 4 yang disebut sebagai salah satu yang paling canggih di lini ini, sekaligus mengadopsi teknologi dari riset Gemini.
Sebagai “otak AI”, Gemma 4 bisa membantu berbagai hal, mulai dari menjawab pertanyaan, membuat tulisan, memahami gambar, hingga membantu coding.
Tag: #alibaba #rilis #qwen #plus #model #flagship #bisa #coding #kerja #otomatis