AI Claude Mythos Bocor, Saham Perusahaan Cyber Security Rontok
Ilustrasi chatbot AI Claude bikinan Anthropic.(searchenginejournal.com)
09:33
30 Maret 2026

AI Claude Mythos Bocor, Saham Perusahaan Cyber Security Rontok

- Model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dikembangkan Anthropic, bernama “Claude Mythos”, disebut-sebut memiliki kemampuan yang sangat canggih hingga dinilai terlalu berisiko untuk dirilis ke publik.

Model tersebut, yang kini dikenal sebagai “Claude Mythos”, pertama kali terungkap dalam laporan dari Fortune. Anthropic kemudian mengonfirmasi detail kebocoran tersebut kepada media tersebut.

Kebocoran data ini mencakup informasi mengenai rencana peluncuran model AI Claude Mythos. Menurut Anthropic, kebocoran ini terjadi akibat masalah pada sistem manajemen konten (content management system/CMS) yang digunakan perusahaan.

Baca juga: Saat Tentara AS Minta Tolong AI Claude Anthropic buat Serang Iran…

Data tersebut sebenarnya diunggah sendiri oleh Anthropic ke dalam CMS, namun tidak diberi tanda sebagai konten privat, sehingga tersimpan dalam data lake yang dapat diakses publik, dilansir KompasTekno dari Mashable.

Nah, di antara data yang bocor itulah, terdapat informasi Claude Mythos dalam bentuk draf tulisan blog yang belum dipublikasikan.

Dalam draf tersebut disebutkan bahwa Anthropic telah menyelesaikan proses pelatihan model Claude Mythos, dan menyebutnya sebagai “model AI paling kuat yang pernah kami kembangkan sejauh ini.”

Dalam pernyataan kepada Fortune setelah kebocoran terjadi, juru bicara Anthropic menggambarkan Claude Mythos sebagai lompatan besar dalam performa AI, serta menyebutnya sebagai model “paling mumpuni yang pernah kami buat hingga saat ini.”

Bahayanya Claude Mythos

Salah satu kekhawatiran utama adalah kemampuannya dalam bidang keamanan siber. Model ini dilaporkan mampu melakukan simulasi hingga potensi eksekusi serangan siber otomatis dalam skala besar.

Ilustrasi cyber security.Dok: Rencanamu Ilustrasi cyber security.

Jika teknologi semacam ini jatuh ke tangan yang salah, serangan siber bisa menjadi jauh lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi dibandingkan metode konvensional yang masih bergantung pada intervensi manusia.

Selama ini, perusahaan keamanan siber mengandalkan deteksi berbasis pola dan respons manual.

Namun dengan hadirnya AI yang mampu belajar dan bertindak secara mandiri, ancaman dapat berkembang lebih cepat dibanding kemampuan sistem pertahanan untuk mengantisipasinya.

Jika kemampuan tersebut disalahgunakan, AI semacam ini berpotensi mempercepat dan memperluas serangan siber tanpa keterlibatan manusia secara langsung.

Guncang saham keamanan siber

Kekhawatiran tersebut langsung tercermin di pasar keuangan, khususnya sektor keamanan siber.

Baca juga: Anthropic Bongkar Dugaan Pencurian AI Claude, Tiga Lab China Terseret

Laporan menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber secara kolektif sempat menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS dalam satu hari setelah informasi tentang Claude Mythos beredar.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa AI generasi baru dapat melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar juga dilaporkan mengalami tekanan, dengan penurunan harian di kisaran beberapa persen, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa teknologi AI ofensif akan berkembang lebih cepat dibanding solusi pertahanannya.

Dalam satu hari perdagangan, kapitalisasi pasar sektor ini dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi AI.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, saat kabar soal Mythos ini beredar.

  • Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen
  • CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen
  • Zscaler anjlok hingga 5–8 persen
  • SentinelOne turun sekitar 8 persen
  • Fortinet turun sekitar 2,4–4,8 persen

Bahkan, beberapa perusahaan lain mengalami penurunan lebih dalam, Okta turun sekitar 7 persen, Tenable disebut sempat merosot hingga sekitar 11 persen.

Secara keseluruhan, sektor ini mengalami tekanan luas, dengan ETF keamanan siber juga ikut melemah sekitar 3–4 persen dalam periode yang sama.

Logo perusahaan kecerdasan buatan Anthropic saat ditampilkan di Paris, Perancis, 13 Februari 2026.AFP/JOEL SAGET Logo perusahaan kecerdasan buatan Anthropic saat ditampilkan di Paris, Perancis, 13 Februari 2026.

Investor menilai, jika AI mampu melakukan eksploitasi celah keamanan secara otomatis dan masif, maka model bisnis perusahaan keamanan siber bisa terdampak signifikan.

Belum dirilis, masih ditahan

Meski telah dikembangkan, Anthropic hingga kini belum merilis Claude Mythos secara luas.

Perusahaan disebut masih menahan peluncuran model ini, antara lain karena tingginya risiko penyalahgunaan serta biaya operasional yang besar.

Langkah ini mencerminkan kehati-hatian dalam pengembangan AI generasi baru yang berpotensi membawa dampak luas.

Tag:  #claude #mythos #bocor #saham #perusahaan #cyber #security #rontok

KOMENTAR