3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?
Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]
10:08
13 April 2026

3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?

Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Ketiga kapal tersebut adalah Serifos, Cospearl Lake, dan He Rong Hai, yang masing-masing mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.

Ketiga kapal tersebut melintasi jalur alternatif lintasan uji coba di kawasan Selat Hormuz, yang menghindari Pulau Larak, wilayah sensitif yang diawasi Iran.

Dilansir dari Aljazeera, Kapal Serifos, yang disewa perusahaan energi Thailand PTT, diketahui membawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kapal ini diperkirakan tiba di Pelabuhan Malaka, Malaysia, pada 21 April mendatang.

Sementara itu, Cospearl Lake yang mengangkut minyak Irak dijadwalkan tiba di Zhoushan, China, pada 1 Mei.

Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]

Adapun tujuan akhir He Rong Hai masih belum diketahui, meski kapal tersebut membawa minyak dari Arab Saudi.

Selain ketiga kapal tersebut, tanker lain seperti Ocean Thunder juga telah melintasi Hormuz pekan lalu.

Kapal itu membawa minyak Irak dan dioperasikan oleh anak usaha perusahaan energi Malaysia, Petronas.

Di sisi lain, sejumlah kapal kosong mulai memasuki Selat Hormuz untuk memuat minyak.

Di antaranya Mombasa B, Agios Fanourios I, dan Shalamar, yang bersiap mengambil pasokan dari Irak dan negara produsen lainnya.

Meski demikian, ratusan kapal tanker masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu kesempatan keluar selama masa gencatan senjata yang berlangsung dua pekan.

Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya telah melintasi Selat Hormuz dalam misi pembersihan ranjau laut.

Namun, Iran langsung membantah pernyataan tersebut dan menegaskan kendali penuh atas jalur strategis itu tetap berada di tangan mereka.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut dua kapal perusak, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, berhasil beroperasi di kawasan tersebut.

Misi ini diklaim sebagai bagian dari upaya membuka jalur aman bagi pelayaran global yang sempat terganggu akibat ranjau.

“Ini adalah awal dari pembentukan jalur aman baru untuk mendorong arus perdagangan bebas,” kata Laksamana AS Brad Cooper dilansir dari NY Post, Senin (13/4).

Namun, militer Iran melalui markas Khatam al-Anbiya dengan tegas membantah klaim tersebut.

“Masuknya kapal Amerika ke Selat Hormuz tidak benar. Kendali pergerakan kapal sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Iran,” tegas juru bicara militer Iran dikutip dari Tasnim News.

Garda Revolusi Iran (IRGC) juga memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap kapal militer asing yang mencoba memasuki wilayah tersebut. Ancaman ini menambah ketegangan di jalur yang menjadi urat nadi energi dunia.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #supertanker #mulus #lewat #selat #hormuz #bawa #minyak #dari #arab #bisa

KOMENTAR