Toyota Masuk Dunia Game Engine, Sasar Layar dan UI Mobil
Toyota mengumumkan pengembangan game engine miliknya sendiri yang bernama Fluorite. ()
18:03
28 Februari 2026

Toyota Masuk Dunia Game Engine, Sasar Layar dan UI Mobil

- Perusahaan pembuat mobil asal Jepang, Toyota mengumumkan pengembangan game engine miliknya sendiri yang bernama Fluorite. 

Meski disebut game engine, teknologi ini tidak ditujukan untuk pengembangan game, melainkan untuk mendukung tampilan grafis dan antarmuka (UI) interaktif pada layar di dalam mobil. 

Pengembangan game engine Fluorite dilakukan oleh Toyota Connected North America, anak perusahaan Toyota yang bertanggung jawab atas sistem konektivitas dan pengalaman digital di dalam kendaraan. 

Toyota menjelaskan, game engine ini dirancang khusus untuk sistem otomotif. Sistem ini umumnya memiliki keterbatasan perangkat keras yang lebih rendah dibandingkan smartphone atau laptop. Karena itu, engine in dibuat ringan.

Baca juga: Toyota Pamer Robot-robot yang Bakal Bertugas di Olimpiade Tokyo 2020

Secara teknis, Fluorite ditulis menggunakan bahasa pemrograman C++ dan dirancang agar  bekerja secara erat dengan framework antarmuka lintas platform buatan Google, yaitu Flutter. 

Dengan pendekatan ini, pengembang disebut bisa memanfaatkan bahasa Dart dan API tingkat tinggi milik Flutter untuk membangun pengalaman interaktif, termasuk game dan antarmuka (UI) 3D tanpa perlu menggunakan game engine tradisional yang berat. 

Tetap optimal di perangkat keras kelas bawah

Menurut Toyota, game engine buatannya telah dioptimalkan agar tetap memberikan performa yang tinggi meski dijalankan pada perangkat keras kelas bawah atau sistem tertanam (embedded system). 

Game engine ini mendukung API grafis modern seperti Vulkan, yang membuat sistem memanfaatkan akselerasi perangkat keras secara lebih maksimal dan bisa menghadirkan visual yang menakjubkan. 

Toyota menegaskan bahwa pengembangan game engine Fluorite berawal dari kebutuhan membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan. Toyota menegaskan bahwa pengembangan game engine Fluorite berawal dari kebutuhan membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan.

Fluorite dilengkapi sejumlah fitur yang mempermudah proses pengembangan. Salah satunya adalah dukungan sistem hot reload. Sistem ini memungkinkan pengembang melihat perubahan dalam waktu singkat tanpa harus menunggu proses kompilasi yang lama. 

Sistem game engine turut mendukung model-based trigger areas. Dengan fitur ini, desainer dapat menentukan area sentuh atau klik langsung melalui perangkat lunak desain 3D seperti Blender, tanpa perlu pengaturan tambahan di sisi kode. 

Bukan untuk game

Seperti disinggung di atas, Toyota menegaskan bahwa pengembangan game engine Fluorite berawal dari kebutuhan membangun antarmuka pengguna (UI) 3D untuk kendaraan masa depan. 

Baca juga: Perusahaan Mesin Game Unity PHK 1.800 Karyawan Global

Toyota sendiri sebelumnya sempat mempertimbangkan penggunaan engine populer seperti Unity, namun menilai solusi tersebut terlalu berat untuk sistem otomotif serta biaya lisensi yang besar. 

Karena itu, Toyota memutuskan untuk mengembangkan game engine internalnya sendiri yang dirancang lebih ringan dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang kendaraan. 

Fluorite diposisikan sebagai engine open-source dengan fitur lengkap. Toyota berharap, game engine ini bisa dimanfaatkan oleh pengembang independen maupun komunitas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina. 

Tag:  #toyota #masuk #dunia #game #engine #sasar #layar #mobil

KOMENTAR