Menggenggam Huawei Mate X7, HP Lipat Tipis dan Ringan tapi Tetap Terasa Mantap
- Huawei dalam waktu dekat akan merilis ponsel lipat terbarunya, Huawei Mate X7, di Indonesia. Perangkat foldable ini dijadwalkan meluncur di Tanah Air pada 5 Maret 2026.
Huawei Mate X7 merupakan suksesor dari generasi pendahulunya, Mate X6 yang sudah lebih dulu dirilis pada 2025 lalu. Sebagai penerus, perangkat ini membawa sejumlah peningkatan.
Ponsel lipat ini hadir dengan bodi yang lebih tipis dan ringan, tanpa mengesampingkan aspek durabilitas.
Huawei merancang Mate X7 dengan struktur yang diklaim lebih kuat untuk menunjang penggunaan harian, termasuk dalam skenario buka-tutup layar dengan intensitas tinggi.
Menjelang jadwal peluncurannya, KompasTekno berkesempatan menjajal langsung ponsel lipat Huawei Mate X7. Berikut pengalaman kami.
Baca juga: Melihat HP Lipat Huawei Mate X6 Lebih Dekat, Layar Besar Bodi Ramping
Tipis, ringan, tanpa kesan ringkih
Huawei Mate X7 mengusung desain bodi yang ramping dengan dimensi ketebalan 4,5 mm saat dibentangkan dan 9,5 mm ketika terlipat.
Saat pertama kali menggenggam Huawei Mate X7, kesan yang muncul adalah ponsel lipat ini terasa tipis dan ringan. Kesan tersebut selaras dengan spesifikasinya di atas kertas, yaitu punya ketebalan sekitar 4,5 mm saat dalam kondisi terbuka.
Sementara dalam kondisi terlipat, ketebalan Mate X7 berada di kisaran 9,8 mm dengan bobot sekitar 239 gram. Untuk ukuran ponsel lipat, angka tersebut masih tergolong ringkas dan ringan.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Mate X7 juga lebih ringan 4 gram. Dengan bobot tersebut, Mate X7 terasa nyaman digenggam dan dibawa beraktivitas sehari-hari tanpa kesan terlalu besar atau berat.
Kesan tipis dan ringan tersebut juga tidak menghilangkan rasa kokoh saat digenggam. Baik dalam kondisi terlipat maupun saat layarnya dibentangkan, kami merasa Huawei Mate X7 tidak menimbulkan kesan ringkih atau "ragu" engselnya patah.
Huawei Mate X7 sendiri mengusung dua layar berpanel OLED LTPO dengan refresh rate 1-120 Hz. Saat dibentangkan, layar internalnya berukuran 8 inci, sedangkan layar bagian depan (cover screen) seluas 6,49 inci.
Ukuran layar internal tersebut memungkinkan pengguna menikmati tampilan yang lebih lapang untuk membaca, menonton, maupun menjalankan aktivitas multitasking di beberapa aplikasi sekaligus.
Layar internal Huawei Mate X7 memiliki resolusi 2.444 x 1.080 piksel, Full HD Plus, dan tingkat kecerahan hingga 2.500 nits. Sementara layar sampulnya punya resolusi 2.444 x 1.080 piksel dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits.
Durabilitas tangguh, tahan air IP58 dan IP59
Huawei Mate X7 masih berfungsi saat dimasukkan ke dalam air, berkat dukungan sertifikasi IP58 dan IP59.
Huawei Mate X7 dibekali engsel yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Dalam penjajalan singkat, mekanisme buka-tutup layarnya terasa mulus dan stabil, tanpa ada bunyi atau efek "getar" yang mengganggu.
Layar dalam Huawei Mate X7 menggunakan struktur 3-layer Composite Ultra-Tough. Struktur tersebut diklaim mampu meningkatkan ketahanan terhadap tekukan hingga 100 persen serta ketahanan terhadap benturan hingga 20 persen dibanding generasi sebelumnya.
Huawei juga menyebut, sistem engsel pada perangkat ini dirancang dengan pendekatan zero-contact. Pendekatan ini berfungsi untuk membantu mengurangi tekanan saat perangkat dilipat.
Huawei Mate X7 telah mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59, menandakan perangkat ini tahan terhadap paparan air.
Selain layar utama, layar luar (cover) Huawei Mate X7 juga dilapisi pelindung Crystal Armour Kunlun Glass. Lapisan ini diklaim memiliki ketahanan gores yang meningkat hingga 16 kali dan ketahanan jatuh hingga 25 kali dibanding kaca standar.
Huawei Mate X7 turut mengantongi sertifikasi IP58 dan IP59 yang disebut sebagai tingkat ketahanan air tertinggi di kelas ponsel lipat. Dengan sertifikasi ini, perangkat diklaim mampu bertahan di kedalaman air 2 meter serta semprotan air bertekanan tinggi.
Kami sendiri mencoba langsung kemampuan ketahanan air Huawei Mate X7. Perangkat ini dimasukkan ke dalam air selama beberapa detik, dan hasilnya tetap bisa menyala tanpa ada kendala.
Bahkan setelah sempat dilempar ke dalam kolam, ponsel ini masih berfungsi normal dan dapat digunakan seperti biasa. Layarnya tetap responsif saat disentuh, aktivitas scrolling menu dan berpindah aplikasi pun dapat dilakukan tanpa hambatan.
Baca juga: HP Huawei Nova 14 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Harga Rp 8 Jutaan
Kamera unggul, warna lebih akurat
Huawei Mate X7 membawa tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP RYYB dengan aperture variabel (f/1.4?4.0) dan OIS, kamera telefoto makro 50 MP dengan 3,5x optical zoom, serta kamera ultrawide 40 MP.
Pada aspek kamera, Huawei Mate X7 membawa tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP RYYB dengan aperture variabel (f/1.4–4.0) dan OIS, kamera telefoto makro 50 MP dengan 3,5x optical zoom, serta kamera ultrawide 40 MP.
Sementara di depan, kamera selfie-nya tersedia dalam resolusi 8 MP. Kamera ini masing-masing diletakkan di layar sampul dan layar internal.
Huawei Mate X7 juga membawa peningkatan pada sistem kamera, terutama pada akurasi warna dan pengelolaan cahaya.
Akurasi warna kamera Huawei Mate X7 meningkat hingga 43 persen. Dengan memanfaatkan teknologi True-to-Color Camera, hasil foto dan video yang diambil oleh ponsel ini diklaim tetap natural seperti aslinya.
Saat kami coba memotret objek di kondisi minim cahaya, hasil foto Mate X7 terlihat jernih dengan detail yang tetap terjaga. Warna objek tampak natural dan mendekati kondisi aslinya, tanpa terlihat berlebihan.
Untuk pemotretan jarak dekat, kamera telefoto makro 50 MP mampu menangkap detail dengan baik. Sementara saat digunakan memotret objek dari jarak jauh, hasil fotonya masih terlihat jelas.
kamera Huawei Mate X7 dibekali teknologi True-to-Color Camera yang memungkinkan foto dan video yang diambil oleh ponsel diklaim tetap natural seperti aslinya.
Untuk kamera depan, Huawei Mate X7 menempatkan modul kamera selfie-nya pada dua area, yakni di layar cover dan layar internal. Kamera depan pada layar cover dapat digunakan saat perangkat dalam kondisi terlipat.
Sementara itu, kamera depan pada layar internal dapat dimanfaatkan ketika perangkat dibuka penuh. Posisi kamera ini memudahkan pengguna saat melakukan panggilan video atau mengambil selfie dalam mode layar besar.
Selain menggunakan kamera depan, Mate X7 juga memungkinkan kamera belakang dimanfaatkan sebagai kamera swafoto dengan bantuan layar cover sebagai pratinjau (preview).
Multitasking di layar
Huawei Mate X7 dalam kondisi terbuka menampilkan layar utama yang lebar.
Sebagai ponsel lipat, Huawei Mate X7 dapat digunakan dalam dua mode, yakni saat perangkat terlipat dan dibuka penuh. Dalam kondisi terlipat, ponsel ini berfungsi layaknya smartphone pada umumnya dengan satu layar penuh.
Baca juga: Huawei Bangkit Lagi, Kini Jadi Raja di Kandang Sendiri
Sementara itu, saat layarnya dibentangkan, Mate X7 menghadirkan bidang layar yang lebih luas. Ruang tampilan tersebut memungkinkan kami menjalankan beberapa aktivitas secara bersamaan, seperti membaca konten sambil membuka aplikasi lain.
Untuk performa, ponsel ini ditenagai chipset flagship terbaru Huawei, yaitu Kirin 9030 Pro dan dipasangkan dengan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal hingga 1 TB. Huawei Mate X7 menjalankan sistem operasi HarmonyOS 6.
Soal daya, Huawei Mate X7 dibekali baterai silikon karbon berkapasitas 5.600 mAh, lebih besar dari generasi sebelumnya yang hanya 5.200 mAh. Ponsel ini mendukung pengisian cepat 66 watt dan wireless charging 50 watt.
Huawei Mate X7 akan dirilis di Indonesia pada 5 Maret 2026 mendatang. Ponsel ini ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yaitu Brocade White, Nebula Red, dan Black.
Tag: #menggenggam #huawei #mate #lipat #tipis #ringan #tapi #tetap #terasa #mantap