Apple Akuisisi Q.ai Israel Rp 33 Triliun, Perusahaan AI Pembaca Wajah
Apple mengakuisisi perusahaan perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Israel, Q.ai, untuk mengembangkan teknologi pembaca wajah.()
08:06
30 Januari 2026

Apple Akuisisi Q.ai Israel Rp 33 Triliun, Perusahaan AI Pembaca Wajah

- Apple resmi mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Israel, Q.ai, dalam transaksi bernilai hingga hampir 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 33 triliun), menjadikannya salah satu akuisisi terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Hingga kini, rekor akuisisi terbesar Apple masih dipegang oleh pembelian perusahaan audio Beats pada 2014, dengan nilai sekitar 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 49 triliun).

Q.ai merupakan startup AI asal Israel yang dikenal di bidang computer vision dan facial analysis, dengan fokus pada interaksi manusia–mesin berbasis ekspresi mikro wajah. Teknologi tersebut memanfaatkan sistem yang disebut "facial skin micro movements".

Sistem semacam itu memungkinkan pengguna berinteraksi dengan asisten AI secara non-verbal, sehingga komunikasi tetap dapat dilakukan secara privat tanpa harus mengeluarkan suara.

Baca juga: Punya Uang Rp 3.200 Triliun, Apple Beli Perusahaan Baru Tiap 3 Minggu

Dari rumor yang beredar, Apple disebut-sebut akan memanfaatkan teknologi Q.ai tersebut untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan perangkat wearable mereka, seperti AirPods dan headset Vision Pro, dan asisten AI Siri. 

Apple sendiri memang tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana teknologi Q.ai akan diintegrasikan ke dalam produknya.

Johny Srouji, Senior Vice President of Hardware Technologies Apple, menyebut Q.ai sebagai perusahaan yang memelopori pendekatan baru dalam pemanfaatan imaging dan machine learning.

CEO Q.ai, Aviad Maizels juga menyampaikan bahwa bergabung dengan Apple membuka peluang besar untuk mendorong batasan teknologi yang telah dikembangkan perusahaannya, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna di seluruh dunia. 

Strategi kejar ketertinggalan 

Akuisisi Q.ai juga dipandang sebagai langkah strategis Apple untuk mengejar ketertinggalan mereka dengan perusahaan pesaing di ranah AI.

Baca juga: Karyawan Apple Ungkap Buruknya Pengembangan AI Apple Intelligence

Saat ini, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, saling berlomba dalam mengembangkan perangkat wearable berbasis AI sebagai medium interaksi baru antara manusia dan mesin. 

Sebagai contoh, Meta. Perusahaan yang dikepalai Mark Zuckerberg ini lebih dulu mencuri perhatian lewat kacamata pintar (smart glasses) Ray-Ban. Kemudian ada Google dan Snap yang baru-baru ini dikabarkan tengah menyiapkan perangkat serupa. 

Di sisi lain, perusahaan OpenAI, juga masuk ke ranah perangkat AI setelah mengakuisisi startup IO milik mantan desainer Apple, Jonny Ive. OpenAI dirumorkan tengah mengembangkan perangkat untuk berinteraksi dengan model AI buatannya, ChatGPT. 

Dibandingkan para pesaingnya tersebut, posisi Apple dinilai masih tertinggal jauh terutama dalam menghadirkan inovasi AI yang siap digunakan secara luas. Kondisi ini semakin disorot setelah Apple batal merilis pembaruan asisten suara Siri. 

Namun, dengan akuisisi terhadap Q.ai, Apple digadang-gadang mulai mempercepat langkahnya dan mengejar ketertinggalan mereka di bidang AI, dihimpun KompasTekno dari Calcalistech.

Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan menanamkan fitur AI baru ke dalam AirPods, termasuk memperkenalkan teknologi yang memungkinkan earbuds tersebut menerjemahkan percakapan antarbahasa.

Tag:  #apple #akuisisi #israel #triliun #perusahaan #pembaca #wajah

KOMENTAR