Huawei Bangkit Lagi, Kini Jadi Raja di Kandang Sendiri
Ringkasan berita:
- Huawei memimpin pasar smartphone China 2025 dengan pangsa 16,4 persen, unggul tipis dari Apple.
- Persaingan lima besar sangat ketat, didorong kekuatan merek premium dan strategi produk masing-masing.
- Pasar ponsel masih lesu, biaya naik dan 2026 diprediksi makin berat bagi semua vendor.
- Huawei kembali merebut posisi puncak pasar ponsel pintar China pada 2025. Ini menjadi kali pertama perusahaan memimpin pasar secara tahunan sejak lima tahun lalu, sekaligus menandai kebangkitan besar setelah bertahun-tahun ditekan sanksi AS.
Menurut data terbaru International Data Corporation (IDC), Huawei memimpin pasar smartphone China dan menguasai sekitar 16,4 persen pangsa pasar dengan total pengiriman hingga 46,7 juta unit.
Angka tersebut memposisikan Huawei menjadi "raja" di kandangnya sendiri. Vendor ponsel asal China ini sekaligus berhasil mengungguli Apple yang mencatat pangsa pasar sekitar 16,2 persen, dengan selisih sangat tipis, yakni 0,2 poin.
Apple sendiri menjadi pemimpin pasar pada kuartal IV-2025 dengan pangsa pasar sekitar 21 persen. Hal tersebut terjadi berkat kuatnya permintaan iPhone 17. Namun, jika dilihat secara tahunan (full-year), posisi teratas kembali dikuasi Huawei.
Lalu persis di bawah Apple, ada Vivo yang menempati peringkat ketiga, disusul Xiaomi dan Oppo di peringkat keempat, serta Honor di posisi kelima.
Adapun kebangkitan Huawei dalam memimpin pasar ponsel pintar China tak lepas dari sejumlah strategi jangka panjang mereka.
Dukungan jaringan 5G, penggunaan chip Kirin buatan sendiri, serta penguatan lini ponsel premium seperti Mate dan Pura, disebut IDC menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan Huawei.
IDC juga menilai, jika dilihat dari perspektif tahunan, perebutan posisi puncak pangsa pasar smartphone China memang berlangsung sangat ketat. Huawei hanya unggul tipis dari Apple, sementara Vivo juga berada tidak jauh di belakang.
"Huawei dan Apple sama-sama menunjukkan bahwa kekuatan merek premium menjadi faktor kunci keberhasilan dalam jangka panjang, terutama di tengah kondisi biaya produksi yang terus meningkat," tulis IDC.
Untuk lebih jelasnya, berikut peta persaingan lima besar pasar smartphone China sepanjang tahun 2025.
| Vendor ponsel | Volume pengiriman (shipments) 2025 | Pangsa pasar (market share) 2025 |
| Huawei | 46,7 juta unit | 16,4 persen |
| Apple | 46,2 juta unit | 16,2 persen |
| Vivo | 46,1 juta unit | 16,2 persen |
| Xiaomi | 43,8 juta unit | 15,4 persen |
| Oppo | 43,4 juta unit | 15,2 persen |
| Lainnya | 58,4 juta unit | 20,5 persen |
| Total | 284,6 juta unit | 100 persen |
Pasar lesu, persaingan makin brutal
Ponsel layar lipat Huawei Mate X6 resmi meluncur di pasar Indonesia, Selasa (11/3/2025).
Di sisi lain, kondisi pasar ponsel secara keseluruhan justru belum sepenuhnya pulih. IDC mencatat, sepanjang tahun 2025, total pengiriman smartphone di China turun 0,6 persen secara tahunan menjadi sekitar 285 juta unit.
Kenaikan harga chip memori dan biaya produksi membuat sejumlah merek ponsel harus menaikkan harga jual atau menunda peluncuran perangkat baru. Situasi ini turut ikut menekan minat konsumen yang ingin membeli smartphone baru.
Di tengah persaingan yang semakin brutal, para analis memperingatkan bahwa 2026 bisa menjadi tahun yang lebih berat.
Perlambatan siklus penggantian ponsel hingga biaya komponen yang terus naik, membuat posisi puncak Huawei di pasar domestik mungkin tidak akan mudah dipertahankan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.
Tag: #huawei #bangkit #lagi #kini #jadi #raja #kandang #sendiri