Derbi Panas Persebaya vs Arema: Mampukah Eduardo Perez Lanjutkan Warisan Aji Santoso?
Eduardo Perez ulangi rekor apik Aji Santoso dan Djadjang Nurdjaman di Persebaya Surabaya, Sabtu (23/8/2025). (Media Persebaya)
11:36
9 November 2025

Derbi Panas Persebaya vs Arema: Mampukah Eduardo Perez Lanjutkan Warisan Aji Santoso?

Persebaya Surabaya tengah bersiap menghadapi laga penuh gengsi kontra Arema FC pada pekan ke-13 Super League 2025/2026. Duel di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025), bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga pertaruhan harga diri, kebanggaan, dan urat leher suporter di Jawa Timur.

Hasil imbang 1-1 melawan Persik Kediri pekan lalu membuat Persebaya hanya membawa pulang satu poin dan kini duduk di posisi ke-9 klasemen sementara dengan 15 poin.
Situasi ini menjadi titik penting bagi pelatih Eduardo Perez untuk memulihkan mental tim agar kembali tajam dan agresif di kandang sendiri.

Derbi Jawa Timur selalu punya tensi emosional tinggi dan kisahnya sendiri. Di sinilah nama Aji Santoso kembali disorot. Ia pernah membuat Persebaya tampil “kesetanan” saat menghadapi Arema FC.

Catatannya tak main-main. Selama menukangi Green Force, Aji tak pernah menelan kekalahan dalam derbi panas tersebut — mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Bagi Aji, kemenangan bukan hanya soal taktik, tetapi juga mental, keberanian, dan sikap pantang menyerah.

Aji menekankan pentingnya permainan satu-dua sentuhan cepat agar ritme Persebaya hidup sepanjang laga. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemain harus bermain menggunakan hati, bukan sekadar mengikuti papan strategi.
“Selama saya pegang Persebaya, nggak pernah kalah lawan Arema. Tiga kali menang, satu kali imbang. Saya nggak mau kalah lawan Arema,” tegas Aji dalam satu sesi latihan yang kini menjadi legenda di ruang ganti.

Kalimat sederhana itu punya daya dorong luar biasa untuk menjaga mental bertarung pemain.
Menurut Aji, tidak ada perbedaan antara pemain lokal dan asing saat derbi dimulai.
“All the players, local or foreign, same. We play for the heart. Rivalitas Arema–Persebaya itu sangat tinggi. Kalau takut, kamu kalah sebelum bertanding,” ucapnya sembari menirukan gerakan menggorok leher.

Ketegasan itulah yang membuat Persebaya tampil garang.
Para pemain menjalankan taktik dengan mental siap tempur yang membuat Arema kesulitan mengembangkan permainan.

Kini, fakta berbicara. Persebaya mencatat tujuh kemenangan dan dua hasil imbang dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Arema FC.
Rekor ini menjadi tekanan sekaligus tantangan besar bagi Eduardo Perez.

Eduardo menyebut timnya langsung mengalihkan fokus ke laga derbi usai menghadapi Persik Kediri.
“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” ujar pelatih asal Spanyol itu.

Namun, kerja keras saja tak cukup. Sejarah menunjukkan, aspek mental sering menjadi pembeda dalam derbi Jawa Timur.
Eduardo perlu belajar dari cara Aji membangun fighting spirit di tubuh Persebaya.
Pemain harus diberi keyakinan bahwa mereka tak sekadar bermain bola, melainkan membawa nama kota dan kebanggaan Bonek yang selalu menyala.

Arema FC datang bukan sebagai lawan biasa, melainkan simbol rivalitas yang telah menapakkan jejak panjang dalam sejarah sepak bola Jawa Timur.
Ketika peluit berbunyi, laga ini tak lagi soal taktikntetapi siapa yang paling siap bertarung habis-habisan.

Jika Eduardo mampu menyalakan lagi api keberanian ala Aji Santoso, Persebaya punya peluang besar untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan di derbi Jawa Timur.
Karena bagi Surabaya, derbi bukan sekadar pertandingan.

Ia adalah panggung harga diri — panggung yang dulu dikuasai Aji Santoso, dan kini menunggu jawaban tegas dari Eduardo Perez. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #derbi #panas #persebaya #arema #mampukah #eduardo #perez #lanjutkan #warisan #santoso

KOMENTAR