



Jangan Sembarangan Memilih Helm, Ketahui Cara Merawat yang benar
-Menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor sudah menjadi kewajiban.Jangan sampai penggunaan helm hanya ditunjukan kepada bapak polisi di pos kepolisian karena alasan takut kena tilang.
Ini demi keselamatan Anda sendiri, jauh dekat perjalanan jarak 1 km atau 100 km pakai helm itu wajib tidak bisa didebat dengan alasan apapun. Namun, membeli helm juga tidak bisa sembarangan.
Karena sekarang zamannya belanja online, seringkali pengendara memutuskan untuk beli helm waktu promo yang murah-murah.
Begitu barangnya sampai ternyata kualitas buruk, tidak ada SNI, bagian strapnya juga kurang kuat. Kalau sudah begini, helm yang dipakai tidak nyaman.
Pilih Jenis Full Face Atau Half Face
Cara memilih helm yang baik tidak cuma soal ukuran atau kenyamanan busa helm. Jenis helm pun mempengaruhi kemampuan perlindungan kepala saat berkendara.
Bila Anda ingin berkendara santai dan seringkali jarak dekat bisa memilih helm half face. Tapi jika sering berkendara jarak jauh dan ingin lebih aman, sebaiknya pakai helm full face.
Helm full face memberikan perlindungan lebih optimal terutama ketika kalian sering memacu motor dalam kecepatan yang lebih tinggi.
Para ahli sebenarnya lebih merekomendasikan helm jenis full face daripada half face. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Brasil dan dimuat di The Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, helm half face dinilai memberikan perlindungan yang tidak optimal.
Para ahli beranggapan memakai helm half face bahkan sama seperti tidak memakai helm sama sekali. Studi ini dilakukan pada 253 pengendara motor yang mengalami kecelakaan di jalan dan menderita cedera serta trauma kepala sebagai akibatnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 orang tidak memakai helm saat kecelakaan terjadi, 51 orang mengenakan helm non full face, dan hanya 46 orang yang mengenakan helm full face.
Risiko Kecelakaan Saat Memakai Helm Half Face
Sejumlah 76,5 persen dari pasien yang memakai helm non full face juga mengalami cedera otak yang sama dengan pengendara yang tidak pakai helm. Sementara itu, ‘hanya’ 52 persen pasien yang mengenakan helm full face yang menderita trauma otak.
Cedera otak traumatis atau traumatic brain injury adalah kehilangan kesadaran atau kehilangan memori peristiwa menjelang kecelakaan. Terjadi perubahan kondisi mental saat terjadinya kecelakaan, atau kerusakan pada saraf.
Para peneliti menyimpulkan, pengendara dengan helm half face berisiko menderita cedera wajah dan kepala yang lebih parah. Sebab, saat terjadi kecelakaan sepeda motor biasanya akan mengenai daerah dagu ke atas, termasuk mata dan dahi.
Cara Memilih Ukuran Helm Motor yang Pas di Kepala
Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam memilih helm. Pertama, helm harus diukur supaya pas di kepala. Cara yang umum dilakukan yaitu menggunakan pita meteran.
Anda dapat dengan mudah mengukur lingkar kepala untuk memastikan mendapat ukuran helm yang tepat. Biasanya setiap merek helm menyediakan panduan ukuran atau size chart.
Ukuran ini yang menunjukkan angka diameter setiap ukuran (S,M atau L) yang dijual merek tersebut.
Pada ukuran tersebut, umumnya yang membedakan antara ukuran yang satu dengan yang lain adalah ketebalan busa di dalam helm. Nah, kalian bisa memilih helm yang busanya bisa dilepas dan diganti supaya kelak gampang menggantinya.
Ukur kepala kamu dengan mengambil ukuran dalam centimeter (cm). Namun untuk mengantisipasi perbedaan merek dan standar ukuran, kamu juga harus mencatat ukuran kepala dalam satuan inci.
Perhatikan Size Chart di Tiap Merek Helm
Panduan ukuran sangat penting. Ini akan memungkinkan untuk mendapatkan helm yang ukurannya benar-benar fit untuk kepala Anda.
Tiap merek bisa saja menggunakan size chart yang berbeda. Maka dari itu sangat penting untuk mengukur lagi ukuran kepala daripada bergantung pada ukuran helm yang biasanya kalian gunakan dan menjadi pedoman selama ini.
Perhatikan Kualitas Liner Busa
Kenyamanan dari sebuah helm saat digunakan itu sangat bergantung dari kualitas busa dan kain liner pelapisnya.
Tidak jarang, busa helm terasa sangat empuk tapi cepat kempis dan longgar saat dipakai. Namun, kadang busa helm menekan kuat kepala yang membuat kurang nyaman.
Jika Anda akhirnya merasakan nyeri kulit atau kulit terlihat merona merah, sangat mungkin ukuran helm terlalu ketat melekat pada kepala. Tetapi ini mungkin bukan berarti salah memilih ukuran helm, hanya mungkin saja masalahnya adalah pada bagian tali yang terlalu ketat.
Ini hanya masalah kecil karena masih dapat diubah dan dilonggarkan talinya. Pada banyak helm dengan spesifikasi balap, tali helm dengan pengait DD ring dapat dilonggarkan atau dikencangkan dengan mudah saat terpasang.
Bagaimanapun juga, Anda harus memastikan bahwa helmnya tidak terlalu longgar. Jika Anda menggerakkan kepala, ukuran helm yang benar-benar pas seharusnya tidak membuat helm bergerak sedikitpun.
Tujuannya karena jika terjadi kecelakaan, helm yang kendur ini sama saja seperti kamu tidak mengenakan helm sama sekali.
Mencoba Helmnya Langsung
Cara yang satu ini paling sering dilakukan saat ingin memilih helm yang sesuai. Agar lebih sreg, Anda memang perlu datang langsung ke toko helm supaya bisa leluasa memilih.
Anda bisa mencoba langsung ukurannya jika masih tidak yakin dengan pengukuran kepala yang sudah dilakukan sendiri.
Dengan mengukurnya langsung, kamu tidak usah bingung melihat angka-angka yang tertera pada size chart. Ketika mencobanya, harus memastikan bahwa tidak ada gap antara helm dan kepala.
Ukuran helm sangat berpengaruh pada tingkat kenyamanan dan keamanan saat mengendarai sepeda motor. Saat memilih helm, ukuran helm yang pas adalah yang sedikit ketat dan seluruh bagian busanya rapat menutupi bagian kepala. Sekalipun presisi, helm tidak menimbulkan rasa sakit saat memakainya.
Cara mudah lainnya untuk mengetahui apakah helm yang kita pakai sudah pas atau belum, yaitu dengan menggerakkan helm ke kiri-kanan saat dipasang. Apabila helm terasa rapat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat kita geleng-geleng, itu berarti ukurannya pas. Sebaliknya, bila helm terasa longgar dan bergerak, berarti terlalu besar.
Sertifikasi Helm, Menentukan Kualitas Material dan Kemampuan
Melindungi Kepala
Helm yang sesuai standar akan memberikan kenyamanan dan tingkat keamanan yang maksimal. Helm seperti ini memang terbilang mahal, namun apalah artinya sebuah harga mahal untuk helm bila dibandingkan dengan keselamatan agan ketika berkendara. Biasanya standardisasi keamanan di masing-masing negara berbeda.
Amerika Serikat mempunyai sertifikasi DOT yaitu Department of Transport atau Snell Memorial Foundation (Snell).
Jepang mempunyai Japanese Industrial Standard atau JIS. Sedangkan di Indonesia, helm-helm yang beredar di pasaran wajib mempunyai standar keamanan SNI atau Standar Nasional Indonesia.
Helm dengan kualitas internasional, biasanya tertera tiga label di atas sekaligus. Tidak cuma SNI, tapi ada juga label DOT dan SNELL untuk memastikan helm ini sesuai regulasi keselamatan di luar negeri.
Cara Merawat Helm Agar Awet dan Nyaman
Helm adalah perangkat keselamatan yang wajib digunakan saat berkendara terutama sepeda motor. Helm pun wajib berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).
Helm juga tidak hanya menjadi perlengkapan keselamatan, namun juga bisa meningkatkan penampilan atau gaya pengendara motor.
Berikut tips merawat Helm
1. Jangan taruh helm sembarangan
Saat motor diparkir, gunakan sarung helm motor untuk menghindari panas matahari langsung. Hindari menaruh helm di spion motor sebab helm mudah terjatuh.
Pengguna motor bisa menyimpannya di tas helm lalu membawanya atau menaruh helm dengan mengaitkannya di atas jok motor. helm juga bsia dimasukkan di bagasi motor agar helm selalu aman baik dari hujan atau pencuri.
Jika helm motor tidak digunakan dalam jangka waktu lama, sebaiknya simpan helm dengan rapi. Pengguna bisa menutupnya dengan kain atau dibungkus. Hal ini dilakukan supaya tidak ada debu yang menempel atau bahkan dimasuki laba-laba hingga membuat sarang di sana.
2. Hindari menggunakan helm saat rambut basah
Rambut yang basah akan membuat bagian dalam helm lebih cepat berbau dan apek. Terlebih jika pengguna menggunakan pomade atau minyak rambut.
Bagian dalam helm motor menjadi sangat lengket. Jika dibiarkan dalam waktu lama, bau helm menjadi tidak sedap.
Supaya helm tidak bau dan tetap wangi, coba gunakan shower cap tipis saat Anda sedang memakai pomade atau baru keramas. Shower cap akan mencegah rambut yang masih basah atau menggunakan pomade bersentuhan langsung dengan helm.
3. Cuci helm minimal 1 bulan sekali
Helm motor yang dipakai setiap hari rentan sekali memunculkan bau yang tak sedap. sebaiknya rutin mencuci helm 1 bulan sekali.
Namun, intensitas mencuci helm sekali dalam sebulan bukanlah pedoman yang wajib, tentu bisa disesuaikan dengan rutinitas pemakaian dan kondisi helm motor tersebut.
4. Perhatikan cara mencuci helm motor yang benar
Mencuci helm motor tentu tidak bisa sembarangan karena helm terdiri dati beberapa bagian dengan material yang berbeda-beda.
Apabila tidak ingin ribet saat mencuci helm, laundry helm motor sekarang sudah banyak tersedia.
Jika ingin mencucinya sendiri, bisa memperhatikan langkah-langkah mencuci helm yang benar:
Copot semua bagian pada helm, seperti kaca, spons bagian dalam, lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Karena terdapat bagian yang rentan patah atau sobek.
Pisahkan part dan simpan dengan benar agar tidak tercecer dan mudah untuk dicari kembali.
Untuk bagian yang sponge atau bagian yang lembut anda bisa merendam dengan menggunakan sabun. Rendam minimal 1 jam, sikat halus dan perlahan jika terdapat bagian yang kotor, lalu bilas.
Jika helm motor masih kotor anda bisa mengulang 2–3 kali biar hasil lebih baik.
Pada bagian yang keras bisa anda bersihkan dengan air sabun serta lap dengan kain microfibre. Dan untuk sela-sela yang tidak terjangkau bisa menggunakan cotton bud.
Setelah semua bagian helm moror sudah dibersihkan, jemur helm di matahari langsung atau keringkan dengan pengering. Apabila menggunakan pengering anda bisa melakukan dengan hati hati.
Karena terlalu lama terkena panas akan merusak bagian dari helm
Helm motor selesai simpan helm di tempat yang tidak lembab. Pengguna disarankan menggunakan sarung helm motor agar lebih tahan lama.
Tag: #jangan #sembarangan #memilih #helm #ketahui #cara #merawat #yang #benar