Jagokan Perancis, Sandy Walsh Sisakan Ruang di Hati untuk Belanda
Penggawa Timnas Indonesia, Sandy Walsh, baru-baru ini membagikan pandangan mendalam mengenai peta kekuatan dalam turnamen sepak bola paling prestisius di planet ini.
Sandy Walsh mencoba membedah peluang negara-negara peserta yang akan memperebutkan trofi bergengsi pada ajang Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Juli mendatang.
Dalam sebuah sesi bincang-bincang, Sandy Walsh menekankan bahwa kondisi setiap tim nasional masih sangat dinamis dan sulit diprediksi secara absolut.
Menurutnya, variabel seperti kebugaran fisik dan risiko cedera pemain di tengah jadwal kompetisi klub yang sangat padat akan menjadi faktor penentu komposisi skuad final nantinya.
"Tentu saja, ini masih beberapa bulan sebelum dimulainya Piala Dunia," kata Sandy Walsh wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com di program Sporty on Obrolan News Room (ONR).
Baca juga: EKSKLUSIF Sandy Walsh: Sebut Perancis Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026
"Seperti yang kita lihat di Liga Champions, seorang pemain cedera dan akan melewatkan Piala Dunia. Itu tidak akan menjadi yang terakhir, sayangnya."
"Saya tidak mendoakan hal itu terjadi kepada siapa pun. Jadi hal-hal bisa berubah dalam hal komposisi pemain. Pemain berada dalam kondisi baik," lanjutnya.
Meski memprediksi bahwa turnamen di Amerika Serikat nanti akan penuh dengan kejutan dan perjalanan yang misterius, pemain yang kini berkarier di Asia ini secara terbuka mengunggulkan tim nasional Perancis.
Ia menilai tim berjuluk Les Bleus tersebut memiliki kemewahan yang jarang dimiliki negara lain, yakni kualitas pemain yang sangat merata dan mendalam di setiap posisi.
"Perjalanannya, saya tidak tahu, menuju Amerika Serikat, saya tidak tahu bagaimana itu. Akan sulit untuk mengatakan siapa (juaranya)," tegas Sandy.
"Tapi bagaimanapun, maksud saya, jika saya melihat kedalaman skuad saja, karena ini turnamen besar, saya pikir, lagi, seperti Perancis bisa menjadi penantang gelar yang besar."
"Kekayaan yang mereka miliki dalam tim, pemain di setiap posisi, itu cukup menakjubkan."
Baca juga: Infantino: Final Piala Dunia 2026 Bakal Ada Half Time Show Bak Super Bowl
"Itu sedikit tidak terlihat untuk sebuah tim nasional. Maksud saya, jika Indonesia ada di sana, we akan memenangkan turnamen."
Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, saat berbicara dalam sesi wawancara eksklusif bersama Kompas.com di program Sporty on Obrolan News Room (ONR) pada Jumat (17/4/2026).
"Tapi sekarang saya harus mengatakan Perancis," tambah pemain Brussel pada 14 Maret 1995 itu.
Antara Profesionalitas dan Afeksi untuk Belanda
Selain menjagokan armada Didier Deschamps, Sandy tidak memungkiri bahwa dirinya masih memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan Belanda.
Pernah berseragam skuad kelompok umur Oranje di masa lalu membuatnya tetap menaruh simpati dan dukungan, meski ia memberikan catatan kritis mengenai konsistensi tim tersebut di fase gugur.
"Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya tentang Belanda. Tentu saja, saya memiliki afeksi dengan negara tersebut," ungkap Sandy Walsh.
"Di turnamen ini, saya akan menonton pertandingannya dan mendukung mereka. Karena, tentu saja, saya memiliki sejarah bermain untuk tim nasionalnya."
"Tapi saya merasa seperti di turnamen, mereka selalu bagus dan selalu bersaing," terang Sandy.
"Tapi kemudian di saat-saat krusial atau ketika dibutuhkan untuk melangkah maju, saya merasa mereka kehilangan langkah berikutnya itu."
Baca juga: Momen HUT Ke-96, PSSI Optimistis Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
"Tentu saja, saya berharap bagi mereka bahwa mereka mampu mencapai langkah berikutnya di turnamen ini, sebab itu berarti mereka akan melaju sampai akhir."
"Saya ingat terakhir kali saya benar-benar menonton pertandingan Belanda adalah ketika mereka bermain di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol," jelas Sandy.
"Saya dibuat patah hati saat Andres Iniesta pemain favorit saya mencetak gol. Saya menangis setelah pertandingan. Mungkin akan sulit bagi mereka (Belanda)," pungkasnya.
Tag: #jagokan #perancis #sandy #walsh #sisakan #ruang #hati #untuk #belanda