Juergen Klinsmann Kritik Sepak Bola Italia, Lamine Yamal Bisa Cuma Selevel Serie B
Sepak bola Italia terus menerus mendapat kritik imbas kegagalan tim nasional mereka ke Piala Dunia untuk kali ketiga secara beruntun.
Terbaru, sorotan tajam diberikan oleh pelatih asal Jerman, Juergen Klinsmann, yang memberikan pandangan kritis terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini.
Mantan pelatih Timnas Jerman itu mengatakan jika kegagalan tersebut karena adanya masalah struktural dalam sistem kompetisi dan pembinaan pemain muda di Italia.
Italia sebenarnya tak pernah berhenti melahirkan talenta sepak bola yang berkualitas dunia di setiap generasinya.
Baca juga: Dukungan Lautaro Martinez Usai Bastoni Dikritik Imbas Kegagalan Italia ke Piala Dunia
Terbukti, mereka sempat meraih gelar Piala Eropa U19 2023 dan runner up Piala Dunia U20 di tahun yang sama. Tak hanya itu, Azzurri juga sempat merebut gelar juara Piala Eropa U17 pada tahun berikutnya.
Meski potensial di usia dini, masalah terbesar muncul karena minimnya kesempatan bagi pemain muda untuk tampil di level senior.
Klub besar di Italia seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus sangat jarang memberikan kesempatan kepada pemain muda mereka.
Alih-alih memberi kesempatan bermain, klub tersebut lebih memilih meminjamkan mereka ke klub di kasta terbawahnya seperti Serie B atau Serie C.
Baca juga: Italia Terpuruk, Asa Perubahan dari Maldini, Del Piero, dan Albertini
Lamine Yamal dibayangi Alberto Moleiro dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona vs Villarreal CF di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 28 Februari 2026. (Foto oleh MANAURE QUINTERO / AFP)
Lamine Yamal di Italia Hanya Selevel Serie B
Situasi ini menciptakan jarak yang signifikan antara pemain muda Italia dengan pemain muda dari liga elite lain seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman.
Klinsmann membandingkan situasi ini dengan penampilan gemilang Lamine Yamal dan Jamal Musiala.
Kedua pemain tersebut menjadi talenta terbaik milik Spanyol dan Jerman saat ini dan sudah menjadi pemain kunci di klub serta tim nasional mereka pada usia muda.
Baca juga: Como dan Fabregas Tak Anti Pemain Italia, Dua Nama Bikin Jatuh Hati
"Italia sedang menanggung akibat dari absennya para pemimpin, pemain-pemain berbakat secara teknis, dan kurangnya kepercayaan pada pemain muda," ujar Klinsmann, dikutip dari Corriere dello Sport.
Lebih lanjut, Klinsmann mengklaim jika kedua pemain tersebut besar di Italia, maka talenta emas mereka bisa saja hanya berakhir di Serie B.
"Di Italia, pemain seperti Lamine Yamal atau Jamal Musiala mungkin akan bermain di Serie B untuk mendapatkan pengalaman," tambahnya.
Baca juga: Gattuso Tak Tuntut Hak Pesangon dari Italia Demi Para Stafnya
Kemenangan Lebih Penting dari Pembinaan
Klinsmann mengkritik pola pikir klub di Italia yang lebih mengutamakan kemenangan daripada pembinaan. Tak heran banyak klub di Italia yang dihuni para pemain asing daripada pemain muda binaan mereka sendiri.
"Banyak pelatih masih memprioritaskan menghindari kekalahan daripada berupaya meraih kemenangan."
"Budaya itu merupakan hambatan."
"Tim bermain dengan rasa takut, dan inilah hasilnya," pungkasnya.
Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Italia: Inter Milan Perlebar Jarak, Audero dkk Tertekan
Pernyataan Jürgen Klinsmann tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola Italia perlu berbenah.
Dalam hal ini, Klinsmann menyoroti aspek tata kelola organisasi dan format kompetisi, agar mampu keluar dari tren hasil buruk di level internasional.
Kini, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah menghadapi kekosongan kepemimpinan. Kursi presiden dan pelatih tim nasional Italia belum terisi setelah mundurnya Gabriele Gravina dan Gennaro Gattuso.
Tag: #juergen #klinsmann #kritik #sepak #bola #italia #lamine #yamal #bisa #cuma #selevel #serie