Jelang Pemilihan Presiden FIGC, Klub Serie A Mesti Punya Peran Besar
- Mundurnya Gabriele Gravina dari kursi presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) membuat klub-klub Serie A harus punya peran lebih besar untuk reformasi sepak bola.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Lega Serie A, Enzo Maria Simonelli, yang meminta klub-klub Liga Italia untuk punya peran penting dalam reformasi sepak bola.
Pernyataan ini muncul usai banyak seruan untuk perbaikan sepak bola Italia selepas kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Seperti diketahui, Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk tiga kali beruntun usai ditekuk Bosnia-Herzegovina dalam laga playoff pada hari Rabu (1/4/2026) dini hari WIB di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Gli Azzurri sebelumnya sempat unggul satu gol lebih dulu melalui Moise Kean di menit ke-15 sebelum mengalami bencana ketika Alessandro Bastoni mendapatkan kartu merah di menit ke-41.
Baca juga: Pep Guardiola Disebut Jadi Salah Satu Alternatif Latih Timnas Italia
Timnas Italia kemudian kebobolan dari Bosnia-Herzegovina melalui usaha Haris Tabakovic di menit ke-79 yang menyebabkan skor imbang 1-1 yang bertahan hingga akhir babak perpanjangan waktu.
Babak adu penalti kemudian jadi bencana bagi Timnas Italia ketika dua penendangnya, yaitu Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal mencetak gol, sedangkan empat penendang Bosnia-Herzegovina berhasil mencetak gol, sehingga skor berakhir 1-4.
Mundurnya Gabriele Gravina dari Kursi Presiden FIGC
Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan yang ketiga secara beruntun bagi Azzurri kemudian membuat goncangan di FIGC yang membuat sang Presiden, Gabriele Gravina diminta mundur.
Gravina tunduk ke keinginan publik dan mundur dari FIGC, diikuti oleh ketua delegasi Timnas Italia, Gianluigi Buffon.
Gennaro Gattuso juga disebut berniat mundur dari kursi pelatih Timnas Italia, meskipun hingga kini belum ada kabar terbaru mengenai hal tersebut.
Baca juga: Timnas Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia, Spinazzola Menangis
Pemilihan Presiden FIGC sendiri menurut Football Italia akan digelar pada 22 Juni 2026 dengan 274 delegasi akan memberikan suara melalui sistem.
Serie A mendapatkan 18 persen alokasi tersebut, enam persen dari Serie B, 12 persen dari Lega Pro (Serie C), 34 persen dari Liga Amatir, 20 persen dari asosiasi pemain, dan 10 persen dari asosiasi pelatih.
Presiden FIGC Gabriele Gravina.
Klub-Klub Liga Italia Mesti Punya Peran Lebih Besar
Jelang pemilihan Presiden FIGC, presiden Lega Serie A, Enzo Maria Simonelli berujar bahwa klub papan atas Italia mesti ambil bagian penting.
“Sebagai Lega Serie A, kami harus memiliki peran utama, bertindak sebagai pembimbing bagi semua tim,” kata Simonelli.
“Seperti semua penggemar, kami kecewa, tetapi kami perlu bekerja pada reformasi, pembinaan pemain muda, memperkuat tata kelola dan warisan klub, sehingga kami dapat kembali ke kejayaan masa lalu," imbuhnya.
Baca juga: Timnas Italia Sudah Ditunggu Laga Brutal di Bosnia-Herzegovina
Beberapa nama kini masuk bursa sebagai calon Presiden FIGC, tetapi yang terkuat adalah mantan ketua Komite Olimpiade Italia (CONI), Giovanni Malago.
Namun, Simonelli berujar bahwa belum ada nama yang muncul dan tidak ada pembahasan nama saat pertemuan antara klub Serie A.
“Kami bahkan tidak membicarakan nama-nama selama pertemuan itu,” ujar Simonelli.
Tag: #jelang #pemilihan #presiden #figc #klub #serie #mesti #punya #peran #besar