Petuah Pendiri Persipura yang Jadi Pegangan Owen Rahadiyan
- Kata-kata pendiri Persipura Jayapura, Mesach Koibur, menjadi pegangan Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, dalam membesut tim Mutiara Hitam, terlebih dalam melahirkan bakat-bakat dari tanah Papua.
Bumi Cenderawasih selalu menjadi Kawah Candradimuka bagi talenta-talenta terbaik Tanah Air. Dari masa ke masa, era ke era, selalu ada pemain Papua yang menjadi sorotan di sepak bola Indonesia.
Sebut saja nama Rully Nere, Eduard Ivakdalam, Boaz Solossa, hingga Yakob dan Yance Sayuri. Mereka hanya segelintir nama andalan dari tanah Papua yang menjadi pilar bagi Timnas Indonesia.
Namun, era sepak bola Super League menuntut talenta-talenta terbaik harus siap bersaing demi mendapatkan tempat di tim utama.
Baca juga: Misi Persipura Lebih dari Sekadar Promosi, Tekankan Keberlanjutan dan Profesionalitas
Bagaimana tidak, aturan 11 pemain asing dengan 8 di antaranya bisa merumput dalam satu waktu membuat ruang tersedia hanya untuk talenta paling terang.
Hal ini tentu menjadi tantangan bagi Persipura Jayapura yang tengah mengejar kelolosan ke Super League musim depan.
Alih-alih bercahaya, talenta muda dari Papua bisa saja redup sebelum berkembang apabila klub lebih memberi ruang bagi pemain asing.
Fondasi Harus Kuat
Owen Rahadiyan menyampaikan bahwa fondasi di Persipura harus siap untuk mempersiapkan anak-anak muda ini bersaing agar klub juga tidak mengikuti arus deras pemain asing.
Pengalaman di PSBS Biak musim lalu membuat dirinya menjadi bagian dari sistem di mana tim promosi berlomba-lomba mengejar pemain asing agar bertahan di kompetisi teratas Tanah Air.
Baca juga: Hasil Championship Liga 2: Putra Legenda Timnas Indonesia Antar Persipura Kemas 3 Poin
Namun, pria yang bergabung bersama Persipura pada awal musim 2025-2026 tersebut mengatakan bahwa Tim Mutiara Hitam akan mematenkan fondasi agar tim bisa berkelanjutan.
"Dari pengalaman pribadi, saya juga bahkan seperti itu ya, baru naik musim, langsung jor-joran ya," ujar Owen kepada Kompas.com dalam program Sporty on Obrolan Newsroom pada Kamis (26/2/2026).
"Hal penting adalah fondasi harus kuat. Peraturan mau 8, 10, berapa pemain asing, tapi tujuan saya adalah untuk menyiapkan talenta-talenta muda ini untuk bersaing."
"Bersaingnya di mana? Ya, di Persipura."
Petuah Pendiri Persipura
Ia pun mengutarakan bagaimana dirinya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan pengurus-pengurus lama tim Mutiara Hitam saat masuk Persipura.
Lebih penting lagi, dirinya mengutarakan sempat bertemu langsung dengan pendiri Persipura, Mesach Koibur.
"Beliau sudah berusia 90 tahun. Pada saat saya ketemu beliau, dengan usia segitu, tapi kalau bahas Persipura, saya sangat terharu dengan energinya," ujar Owen.
"Dia masih ingat, kenapa Persipura itu dibangun, visi, misi dia, kenapa ini dibangun semua, dan sampai ada hari ini."
Baca juga: Tampil Impresif Bersama Persipura, Reno Salampessy Dipanggil ke Timnas U20
"Pembicaraan itulah yang saya pegang erat. Dia bilang, visi dia itu adalah, Persipura ini dibangun untuk mempersatukan rakyat Papua.
Pemain Persipura Jayapura, Kelly Sroyer merayakan gol ke gawang Barito Putera di Stadion Lukas Enembe/ Doc. Official Persipura Jayapura.
Ia pun lantas mengutarakan pernyataan yang disampaikan M. Koibur mengenai Persipura:
"Persipura siap menjadi pusat pengkaderan tenaga-tenaga profesional, sebagai orang Papua, dan dapat diakui harkat dan martabat dan harga dirinya, sehingga terhindar dari rasa minder, frustrasi, dan masa depan yang suram."
Menurutnya, pernyataan ini memperlihatkan bahwa visi dari para pendiri Papua sudah sangat powerful.
"Mungkin kita di era ini dan di era di mana beliau mendirikan Persipura tahun 1963 situasi kan sangat berbeda," ujarnya.
"Dengan dia membuka satu ladang buat, seperti dia bilang, harapan. Ada harkat martabat juga. Itulah yang saya pegang erat."
Tag: #petuah #pendiri #persipura #yang #jadi #pegangan #owen #rahadiyan