Yoshimi Ogawa Ungkap Tekanan Berat Jadi Wasit Indonesia, Keluarga Juga Jadi Sasaran Netizen
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, membuka tabir tekanan berat yang dihadapi para wasit Indonesia, khususnya di Super League dan Championship.
Menurut Yoshimi Ogawa, sorotan publik terhadap keputusan di lapangan sering kali berujung pada tekanan psikologis yang luar biasa, termasuk serangan dari netizen yang menyasar keluarga wasit.
Hadir dalam sesi wawancara di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026), Yoshimi Ogawa menekankan pentingnya melindungi para wasit dari ekspos berlebihan.
Ogawa menjelaskan bahwa beberapa keputusan wasit, baik di Super League maupun kompetisi lain, kerap menuai kritik publik yang ekstrem.
Hal ini membuat media sosial menjadi sarana pelampiasan emosi, bahkan terkadang menyerang anggota keluarga wasit.
"Media sosial terkadang bahkan menyerang keluarga wasit," ungkap Yoshimi Ogawa dikutip dari BolaSport, Kamis (22/1/2026).
"Hal seperti itu terjadi di dunia. Kesalahan memang terjadi dan saya sangat menyesal serta meminta maaf."
"Namun kami juga harus melindungi wasit. Menyerang keluarga jelas tidak pantas," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa ekspos berlebihan terhadap evaluasi kinerja wasit dapat memperburuk tekanan psikologis, sehingga akhirnya berdampak pada kualitas kepemimpinan pertandingan.
Evaluasi Wasit dan Perlindungan Profesional
Dalam menanggapi pertanyaan terkait pengistirahatan wasit, Ogawa membenarkan bahwa hal tersebut terjadi sesuai mekanisme penilaian PSSI.
Namun, ia menekankan bahwa transparansi publik harus dibatasi demi melindungi individu yang bertugas.
"Ya, benar. Namun pada prinsipnya, kami tidak perlu mempublikasikannya," pria asal Jepang itu.
Instruktur wasit asal Jepang, Yoshimi Ogawa, kala memberikan lokakarya untuk wasit-wasit Liga 1 dan Liga 2. Kegiatan yang berlangsung pada 15-19 Juni ini merupakan bentuk kerja sama PSSI dengan JFA, Federasi Sepak Bola Jepang.
"Jika semuanya selalu dipublikasikan, tidak akan ada yang mau menjadi wasit," ujar Ogawa.
Ogawa menegaskan bahwa Komite Wasit PSSI tetap bertanggung jawab penuh terhadap kualitas perwasitan, dengan proses evaluasi yang ketat mulai dari promosi hingga degradasi.
"Kami sangat ketat dalam hal kategori, promosi, maupun degradasi wasit. Sangat ketat."
"Namun kita juga harus memahami bahwa sebelum menjadi wasit, mereka adalah manusia," imbuhnya.
Pendekatan Profesional dan Kemanusiaan
Meskipun menekankan aspek perlindungan, Ogawa menegaskan bahwa standar teknis perwasitan tidak bisa dikompromikan.
Pendekatan kemanusiaan menjadi kunci agar para wasit dapat bekerja secara profesional tanpa tekanan berlebihan.
"Saya percaya bahwa saya adalah orang yang sangat tegas dalam urusan teknis," pungkas Yoshimi Ogawa.
Tag: #yoshimi #ogawa #ungkap #tekanan #berat #jadi #wasit #indonesia #keluarga #juga #jadi #sasaran #netizen