



DPKP Surabaya Imbau Warga Cek Struktur Listrik untuk Hindari Kebakaran
–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengimbau warga memantau struktur listrik yang terdiri atas rangkaian dan komponennya secara berkala di rumah maupun tempat usaha. Hal itu untuk antisipasi terjadinya arus pendek (korsleting) penyebab kebakaran.
”Kami mengimbau kepada seluruh warga Surabaya termasuk para pelaku usaha untuk selalu mengecek terkait kelistrikan. Terutama kabel dan steker," kata Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Senin (18/11).
Pengecekan tersebut, kata dia, untuk menghindari terjadinya arus pendek akibat struktur listrik yang kurang baik saat pemasangan maupun perawatan. ”Hal ini untuk antisipasi terjadinya arus pendek, yang sering menyebabkan terjadinya kebakaran,” ucap Laksita Rini.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat Surabaya selalu waspada serta dengan cepat melaporkan jika ada kondisi kegawatdaruratan di sekitarnya. ”Tentu masyarakat juga harus responsif untuk melaporkan jika ada kondisi kegawatdaruratan yang terjadi di sekitarnya lewat command center 112 Kota Surabaya,” ujar Laksita Rini.
Sebelumnya, pada Senin (18/11) pagi, terdapat dua bangunan yang mengalami kebakaran. Yakni di restoran Jalan Raya Kupang Indah, pukul 05.16 WIB dan kafe serta bengkel cat di Jalan Ngagel Surabaya pada pukul 05.26 WIB.
Penyebabnya, di restoran Jalan Raya Kupang Indah masih diselidiki, sedangkan di kafe serta bengkel cat di Jalan Ngagel diduga akibat korsleting listrik.
Menurut data yang telah dihimpun DPKP Surabaya, sebanyak 321 kasus kebakaran di Surabaya dari Januari hingga 16 Oktober 2024. Sementara kasus tertinggi terjadi pada Agustus (55 kasus) dan September (66).
Rinciannya, Januari terdapat 22 kasus, Februari 22 kasus, Maret 25 kasus, April 14 kasus, Mei 27 kasus, Juni 17 kasus, Juli 44 kasus, Agustus 55 kasus, September 66 kasus, dan Oktober (hingga tanggal 16) terdapat 27 kasus. Penyebab utamanya, rata-rata karena musim kemarau yang panjang, pembakaran sampah sembarangan, dan korsleting listrik.
Selain itu, selama periode Januari-16 Oktober 2024, DPKP Surabaya juga telah menangani 1.249 kejadian evakuasi. Berdasar laporan, 1.249 terdiri atas 707 evakuasi hewan, 254 evakuasi orang, 70 evakuasi kendaraan, 3 evakuasi bangunan, 143 evakuasi objek alam, dan 72 evakuasi objek lain jenis.
DPKP Surabaya, kata Laksita Rini, memiliki personel terlatih di tiap rayon dan dilengkapi dengan peralatan pendukung. ”Evakuasi atau penyelamatan masih didominasi pada hewan, seperti ular dan lebah. Ada pula cincin yang tersangkut dan tidak bisa lepas pada jari, lalu kendaraan yang terperosok. Sehingga, warga sering menghubungi 112 untuk meminta bantuan,” terang Laksita Rini.
Tag: #dpkp #surabaya #imbau #warga #struktur #listrik #untuk #hindari #kebakaran