BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Juli-September 2026, di Daerah Mana Saja?
Areal sawah di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengalami kekeringan akibat kemarau. Hingga Minggu (7/6/2026) luas lahan sawah di Nagan Raya yang mengalami kekeringan memcapai 600 hektare lebih. (Distannak Nagan Raya))
17:06
10 Juni 2026

BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Juli-September 2026, di Daerah Mana Saja?

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan puncak musim kemarau di Indonesia diprediksi akan jatuh pada Juli–September 2026.

"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," papar Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BMKG, Rabu (10/6/2026).

Puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau

Sementara itu, puncak kemarau pada Agustus akan terjadi di 369 ZOM atau 48,84 persen luas daratan, dan September terjadi 169 ZOM atau 25,41 persen luas daratan Indonesia.

Pada Agustus 2026, puncak musim kemarau akan terjadi di Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Lalu, puncak kemarau pada September 2026 meliputi Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.

Baca juga: BMKG: 28 Persen Wilayah Indonesia Masuk Kemarau

Sementara itu, wilayah-wilayah yang musim kemaraunya diprediksi maju yakni DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Banten, sebagian Jawa Tengah, sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian besar Bali.

Kemudian akan terjadi lebih maju juga di sebagian besar NTB dan NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian kecil Bengkulu, sebagian besar Kepulauan Bangka Belitung, Lampung bagian utara.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan, musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang.

Baca juga: Masuki Kemarau Panjang, 14 Kecamatan di Cianjur Rawan Krisis Air Bersih

"Durasi musim kemarau tahun 2026 ini kita prediksi lebih panjang. Kondisi ini memerlukan penyesuaian ekstra mengingat adanya peluang El Nino," kata dia.

Kondisi ini harus mulai diantisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali.

Untuk menghadapi puncak musim kemarau yang lebih panjang, BMKG rekomendasikan kepada pelaku sektor pangan untuk menyesuaikan jadwal tanam dan varietas yang ditanam.

BMKG meyarankan untuk memilih tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek.

Sementara bagi sektor sumber daya air, dapat melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat.

Tag:  #bmkg #prediksi #puncak #kemarau #pada #juli #september #2026 #daerah #mana #saja

KOMENTAR