Profil Ryamizard Ryacudu, Veteran Perang dan Menhan Era Jokowi yang Tutup Usia di 76 Tahun
Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) hari ini.
Ryamizard meninggal dunia pada usia 76 tahun di RSPAD, Jakarta Pusat, pada pukul 14.03 WIB siang.
Semasa hidupnya, Ryamizard banyak menghabiskan waktu di medan pertempuran sebagai perwira TNI Angkatan Darat (AD).
Profil Ryamizard Ryacudu?
Ryamizard Ryacudu diketahui lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 12 April 1950.
Ryamizard merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dari kecabangan infanteri.
Baca juga: Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Purnawirawan bintang empat itu menjabat sebagai Menhan di periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari tahun 2014-2019.
Sebelum menjadi Menhan, jabatan terakhir Ryamizard di TNI adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang diembannya selama 3 tahun, yakni sejak 2002 hingga 2005.
Selama mengabdi di TNI, Ryamizard diketahui banyak mengemban tugas di berbagai daerah operasi.
Ryamizard dikirim ke daerah operasi sejak awal kariernya. Mulai dari ia masih berpangkat sebagai letnan dua, hingga perwira menengah berpangkat Kolonel.
Begitu lulus dari pendidikan, Ryamizard ditugaskan dalam Operasi Gabungan bersama TDM, Malaysia pada 1976-1982.
Ia juga dikirim ke pedalaman Kalimantan untuk menumpas gerombolan komunis sisa-sisa Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yang juga dikenal dengan sebutan Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS).
Operasi Tumpas PGRS/Paraku dijalani Ryamizard di tahun 1978.
Baca juga: Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Ia juga bertugas dalam Operasi Kala (PGRS) pada 1981.
Saat itu, Ryamizard menjadi Komandan Peleton (Danton).
Di tahun 1982 hingga 1983, Ryamizard bertugas dalam Operasi Kemudi I dan II Malindo.
Setelah itu, ia terus mendapat tugas di daerah-daerah konflik seperti dalam Operasi Seroja Timor Timur untuk memberantas gerakan separatisme dari tahun 1983-1984.
Tak berhenti sampai situ, Ryamizard juga mendapat tugas operasi militer di Aceh.
Ryamizard juga pernah terjun langsung ketika Aceh dihantam tsunami, untuk bersama dengan pasukannya memberi bantuan kepada warga.
Selama menjalani misi pertempuran, tak sedikit luka yang didapat Ryamizard.
Nama mantan Pangkostrad ini pun tercatat pernah membantu misi perdamaian PBB dan menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B (1992-1992).
Baca juga: Prabowo Minta Bahasa Perancis Jadi Pelajaran, Anggota DPR Pertanyakan Ketersediaan Guru
Saat itu, ia dipercaya oleh pasukan PBB untuk membantu konflik berdarah di Kamboja.
Setelah pulang menjalankan tugas misi kemanusiaan, Ryamizard dipercaya menjadi Komandan Brigade Infanteri 17 Ku hingga tahun 1994.
Jabatan strategis Ryamizard dimulai saat dirinya menjadi Panglima Divisi II Kostrad di tahun 1998, kemudian Kepala Staf Kostrad, hingga dipromosikan menjadi Panglima Kodam.
Ryamizard dipercaya sebagai Pangdam V/Brawijaya tahun 1999 dan Pangdam Jaya hingga tahun 2000.
Kariernya pun melesat setelah diangkat sebagai Pangkostrad usai melepas posisi Pangdam Jaya di tahun 2002.
Usai 2 tahun menjadi Pangkostrad, Ryamizard ditunjuk sebagai KSAD di era Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Ryamizard juga hampir menjadi Panglima TNI di tahun 2004, namun akhirnya gagal.
Setelah 10 tahun pensiun, ia pun dipilih sebagai Menhan oleh Presiden Jokowi.
Kini, veteran perang tersebut telah meninggalkan dunia.
Tag: #profil #ryamizard #ryacudu #veteran #perang #menhan #jokowi #yang #tutup #usia #tahun