Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Didistribusikan ke Palestina
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, daging dam jemaah haji asal Indonesia sebagian besar didistribusikan ke Palestina.
"Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi," kata Gus Irfan dalam sambutannya di Arafah, Selasa (26/5/2026).
Adapun tata kelola dam yang tercatat hingga saat ini, ada 145.341 jemaah yang telah membayar dam.
Dari jumlah tersebut, 102.364 jemaah membayar dam melalui Adahi di Arab Saudi.
Baca juga: Jaga Fokus Ibadah Jemaah Haji, Kemenhaj Siapkan 15 Porsi Makanan Selama Fase Armuzna
"Dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia," tutur Gus Irfan.
Pengertian Dam
Dilansir dari laman Baznas RI, dam adalah sanksi atau denda yang harus dibayar saat seseorang menunaikan ibadah haji karena beberapa sebab.
Dalam menjalankan ibadah haji dan umrah ada sejumlah larangan yang harus dihindari serta aturan yang wajib ditaati agar tidak terkena dam.
Namun, bagi kebanyakan jemaah haji Indonesia dam tidak dapat dihindari karena harus mengambil Haji Tamattu’, yaitu dengan melaksanakan umrah dahulu kemudian haji.
Baca juga: Sambutan di Arafah, Menhaj Ajak Jemaah Haji Indonesia Doakan Para Pemimpin Bangsa
Dam secara bahasa berarti mengalirkan darah dengan menyembelih hewan kurban yang dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji.
Seorang jemaah haji wajib membayar dam (denda) lantaran selama menunaikan ibadah haji dan umroh melanggar larangan haji atau meninggalkan kewajiban haji.
Pelanggaran itu misalnya, melakukan larangan-larangan ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah.
219.147 jemaah jalani prosesi di Armuzna
Sebagai informasi, puncak ibadah haji sudah dimulai hari ini, Selasa (26/5/2026) dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.
Baca juga: DPR: Banyak Perbaikan Layanan Haji Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Setelah prosesi wukuf, para jemaah nantinya akan bermalam di Muzdalifah untuk kemudian bergerak menuju Mina dalam proses lontar jumrah.
Tiga fase penting inilah yang disebut fase Armuzna, singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Gus Irfan menjelaskan, sebanyak 202.551 jemaah haji reguler yang diterbangkan lewat 527 kelompok terbang sudah berada di Arafah.
Begitu juga dengan 16.596 jemaah haji khusus. Sehingga keseluruhan mencapai 219.147 jemaah haji.
Baca juga: Danantara Dinilai Perlu Kerja Sama dengan Katering Arab untuk Suplai Makanan Jemaah Haji
Ratusan ribu jemaah ini didampingi atau dibantu oleh 2.098 petugas jemaah haji yang tersebar di berbagai titik.
Tag: #daging #jemaah #haji #indonesia #didistribusikan #palestina