Momen Perdana Prabowo Sampaikan Pidato KEM-PPKF, Ini Poin-poinnya!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye(RIVAN AWAL LINGGA)
08:20
21 Mei 2026

Momen Perdana Prabowo Sampaikan Pidato KEM-PPKF, Ini Poin-poinnya!

- Ini poin-poin pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di DPR.

Prabowo menjadi Presiden RI pertama yang menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal tahunan pemerintah di hadapan anggota Dewan.

Sebab, pidato KEM PPKF biasanya hanya dibacakan Menteri Keuangan sebagai perwakilan pemerintah.

"Saya ingin menyampaikan penghargaan saya setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD RI atas diselenggarakannya rapat paripurna DPR ini yang dihadiri anggota DPR dan DPD RI bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kita," ucap Prabowo dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan beberapa poin penting di antaranya target pertumbuhan ekonomi Indonesia, pengelolaan sumber daya alam, serta peringatan agar para pejabat membenahi birokrasi.

Baca juga: Prabowo Pidato di Rapat Paripurna DPR, 451 Anggota Dewan Hadir

Target ekonomi ke depan

Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 di kisaran angka 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027.

Kepala Negara optimis hal ini bisa diwujudkan dengan strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan.

"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," kata Prabowo.

Prabowo juga ingin pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.

Dia menargetkan angka kemiskinan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen.

Baca juga: Target Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi 5,8 sampai 6,5 Persen di 2027

Selain itu, pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 juga ditargetkan mampu mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Pertama, pendapatan negara dalam APBN 2027. Kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto kita," ujarnya.

Untuk menyokong target pendapatan tersebut, pemerintah telah merancang porsi belanja negara yang terukur untuk mendanai berbagai program strategis nasional,

"Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB kita," ucapnya.

Baca juga: Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 12,4 Persen dari PDB di APBN 2027

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, defisit APBN akan dijaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB.

"Dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ungkapnya.

Pasar Indonesia bisa lebih besar dari Eropa

Di hadapan para anggota Dewan, Prabowo meyakini pasar Indonesia bisa jauh lebih besar dari Eropa.

Sebab, Indonesia memiliki bonus demografi serta kekayaan alam yang melimpah.

Indonesia memiliki banyak komoditas seperti batu bara, nikel, tembaga, minyak kelapa sawit, logam tanah jarang, hingga kekayaan laut.

"Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa, dan sungguh sumber daya alam kita melimpah," tuturnya.

Baca juga: Prabowo: Indonesia Bonus Demografi, Pasar Kita Bisa Sebesar Eropa

Presiden RI juga mendorong percepatan industrialisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

Ia meminta agar Indonesia bisa membuat produk elektroniknya sendiri seperti memproduksi ponsel, mobil, motor, komputer, televisi, dan lainnya.

"Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain," tegasnya.

Presiden RI optimistis hal ini bisa diwujudkan.

Ia pun akan mengumpulkan sejumlah pakar dan ahli dalam hal percepatan industrialisasi.

"Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita, saya katakan pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hal ini. Tidak boleh kita menyerah, tidak boleh kita rasa rendah diri," kata dia.

BUMN akan jadi pengekspor tunggal

Presiden Prabowo juga menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) untuk memperkuat pengawasan terhadap penjualan hasil kekayaan alam Indonesia ke luar negeri

Tujuannya karena pemerintah tidak ingin kekayaan alam Indonesia terus keluar tanpa pengawasan dan kendali negara.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengambil alih peran utama dalam transaksi perdagangan ekspor komoditas strategis.

"Penerbitan peraturan pemerintah ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam kita. Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," ujar dia.

Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026). 7 Poin Penting Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR Hari IniYouTube.com/KOMPAS TV Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026). 7 Poin Penting Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR Hari Ini

Ia menyebut seluruh sumber daya alam di Tanah Air merupakan milik rakyat dan bangsa Indonesia sehingga jumlah yang dijual ke luar negeri harus terdata.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin lagi kecolongan dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional.

“Kita tidak mau dibohongi lagi. Kita mau tahu persis berapa kekayaan kita yang dijual,” ujarnya.

Prabowo membentuk BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

Baca juga: Prabowo Bentuk BUMN Khusus Ekspor, Namanya PT Danantara Sumber Daya Indonesia

Soroti birokrasi lambat

Selain itu, Prabowo juga menyinggung soal lambatnya proses perizinan usaha di Indonesia.

Eks Menteri Pertahanan ini kemudian membandingkan birokrasi di dalam negeri dengan Malaysia, yang dinilainya jauh lebih cepat.

"Kalau Malaysia bisa izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan," kata Prabowo.

Baca juga: Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane Tak Kantongi Izin AMDAL

Dia juga menyoroti banyaknya aturan turunan di tingkat bawah yang memperpanjang proses birokrasi dalam negeri.

Menurutnya, tumpang tindih regulasi ini sering kali menjadi celah bagi oknum tertentu.

"Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah," ucapnnya

Oleh karenanya, ia mendorong perbaikan institusi di dalam negeri guna menciptakan iklim usaha yang sehat, sekaligus melindungi para pelaku usaha dari praktik pungutan liar atau gangguan birokrasi.

"Justru pemerintah harus perbaiki semua institusi kita supaya ada iklim usaha yang baik, jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu," tegasnya

Hukum harus adil

Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo pun menegaskan, hukum di Indonesia harus adil.

Jangan sampai hukum hanya adil untuk orang-orang yang memiliki uang banyak.

"Hukum berlaku adil untuk semua, terutama menjamin keadilan bagi yang paling tidak berdaya. Jangan hukum yang adil hanya untuk mereka yang kuat dan mereka yang punya uang banyak," tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, masyarakat Indonesia harus ditopang oleh jaminan sosial yang kuat.

Ia ingin melihat Indonesia, di mana masyarakatnya hidup rukun, damai, dan cukup secara sandang, pangan, serta papan yang cukup.

"Kita ingin Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja," ujar Prabowo.

Selain itu, ia menegaskan perbaikan kesejahteraan guru harus menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Ia mengatakan, kualitas pendidikan di Indonesia sangat tergantung dengan kualitas tenaga pendidiknya.

"Memperbaiki kondisi kehidupan guru harus menjadi prioritas kita," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Terbitkan PP, Ekspor Sawit hingga Batu Bara Harus Lewat BUMN

Bukan hanya guru, ia juga menyampaikan harapan agar petani dan nelayan dapat hidup lebih sejahtera.

Sebab, nelayan selama ini mempertaruhkan nyawa untuk menyediakan sumber protein bagi masyarakat.

“Kita ingin nelayan-nelayan kita yang mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein untuk rakyat kita, pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman, dan mendapatkan hasil tangkapan yang bernilai tinggi,” pungkas Prabowo.

Dihormati negara lain

Pada momen ini, Presiden Prabowo pun merasa bangga karena Indonesia kini diminta bantuan oleh negara lain.

Setiap kali ke luar negeri, Prabowo sebagai Presiden Indonesia juga merasa sangat dihormati negara lainnya

"Sekarang banyak negara minta bantuan ke kita, mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih," ungkap dia.

Menurutnya, negara yang meminta bantuan di antaranya Australia, India, Brasil, hingga Filipina.

"Saudara-saudara bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita," tuturnya.

Prabowo bangga dan menyebut situasi ini dapat membuat kepercayaan diri masyarakat Indonesia lebih tinggi.

Namun, ia mengingatkan agar tidak sombong.

"Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita lebih percaya diri," ucapnya.

Tag:  #momen #perdana #prabowo #sampaikan #pidato #ppkf #poin #poinnya

KOMENTAR