Museum Marsinah, Simbol Keadilan dan Perjuangan Buruh
Marsini (kiri), kakak mendiang aktivis buruh Marsinah, menunjukkan foto adiknya usai menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (10/11/2025).(KOMPAS.com/Rahel)
06:52
17 Mei 2026

Museum Marsinah, Simbol Keadilan dan Perjuangan Buruh

- Negara kembali menempatkan sosok Marsinah sebagai tokoh penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Setelah diberi gelar pahlawan nasional pada November 2025, kini Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi ini Sabtu 16 Mei 2026 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," kata Prabowo.

Baca juga: Canda Prabowo Sebut Buruh Banyak Minta, dari Hadiri May Day sampai Resmikan Museum Marsinah

Seusai menyampaikan pernyataan peresmian, Prabowo kemudian menandatangani prasasti tanda dibukanya museum tersebut untuk umum.

Penandatanganan prasasti disaksikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan keluarga almarhumah Marsinah.

Peresmian museum juga dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, tokoh serikat pekerja, hingga masyarakat setempat.

Baca juga: Cerita Prabowo Didesak Buruh Beri Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah: Semua Satu Suara

Prabowo Tinjau Langsung Museum Marsinah

Prabowo juga menyempatkan diri berkeliling Musem Ibu Marsinah.

Andi Gani yang mendampingi Prabowo menjelaskan sejumlah barang milik almarhumah Marsinah, salah satunya yaitu sepeda ontel yang kerap digunakan mendiang Marsinah semasa hidupnya.

"Ini ada sepeda beliau, pak, yang mengantarkan dari kos-kosan di Sidoarjo ke pabrik. Beliau naik sepeda ontel," kata Andi Gani menjelaskan.

Prabowo tampak menyimak penuturan Andi Gani tersebut.

Baca juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Peristiwa Langka, Mungkin Baru Sekarang Ada Museum Buruh

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Prabowo Subianto  meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).Humas Pemprov Jatim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Selain menyimpan barang milik mendiang Marsinah, museum tersebut juga mencatat perjalanan hidup Marsinah dari kecil hingga meninggal dunia.

Museum juga menampilkan kisah Marsinah dalam memperjuangkan kaum buruh, hingga diorama yang memuat penobatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 2025.

Museum Marsinah Simbol Perjuangan

Menurut Prabowo, diresmikannya Museum Ibu Marsinah merupakan peristiwa langka dan jarang terjadi secara global.

"Saya kira mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh," ungkapnya.

Kepala negara menuturkan, Museum Ibu Marsinah didirikan sebagai simbol dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seseorang yang memperjuangkan hak buruh.

Prabowo mengatakan, Museum Ibu Marsinah juga sebagai simbol perjuangan orang-orang lemah, miskin, serta orang-orang yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan.

Baca juga: Prabowo: Seharusnya Peristiwa Marsinah Dibunuh Tidak Perlu Terjadi

Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (ketiga kanan), Ketua Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi (kedua kiri), dan kakak Marsinah Marsini (ketiga kiri) saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Presiden meresmikan museum dan rumah singgah pahlawan nasional tersebut sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nzPrasetia Fauzani Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (ketiga kanan), Ketua Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi (kedua kiri), dan kakak Marsinah Marsini (ketiga kiri) saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Presiden meresmikan museum dan rumah singgah pahlawan nasional tersebut sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nz

Sementara itu, dalam pidato peresmiannya, Prabowo menilai tragedi pembunuhan Marsinah seharusnya tidak terjadi jika Pancasila benar dipahami dan dijalankan.

"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila," ucap Prabowo.

Ia pun menyinggung sila kelima dalam Pancasila, yakni nilai keadilan sosial yang mestinya jadi landasan dasar dalam bernegara.

Baca juga: Canda Prabowo Akan Panggil Dony Oskaria karena Tak Hadir di Museum Marsinah: Nanti Menghadap Saya

Jawaban Atas Desakkan Buruh

Prabowo juga menceritakan kembali momen dirinya didesak oleh kelompok buruh untuk memberikan gelar pahlawan nasional dari kalangan buruh.

Ia meminta kelompok buruh untuk mengusulkan nama tokoh yang dimaksud.

Ditanya demikian, organisasi buruh kemudian sepakat mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

"Mereka satu suara semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional," tuturnya.

Prabowo mengaku merasa terhormat menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

Tag:  #museum #marsinah #simbol #keadilan #perjuangan #buruh

KOMENTAR