Wamenag: Pesantren dengan 1.000 Santri Bisa Bangun SPPG Sendiri
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafii mengatakan, pesantren dengan jumlah santri di atas 1.000 orang dapat mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami sudah sepakat bahwa untuk percepatan penerimaan MBG di pondok pesantren maka pesantren yang jumlah santrinya 1.000 ke atas itu bisa langsung membangun SPPG sendiri," ujar Syafii usai kegiatan koordinasi percepatan Program MBG pada pondok pesantren bersama Badan Gizi Nasional dan Kantor Staf Presiden di Jakarta, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ia mengatakan, yayasan pesantren dapat mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendirikan dapur mandiri di lingkungan pesantren.
Baca juga: BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita, dalam Dua Minggu
Pendirian dapur mandiri ini dilakukan agar percepatan layanan MBG bagi santri dan peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan dapat segera berjalan lebih luas.
Ia menyebutkan, pola layanan MBG di pesantren tidak harus sepenuhnya mengikuti prototipe umum yang telah ditetapkan BGN.
Bentuk dapur maupun pola penyajian makanan disebut dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pesantren selama tetap memenuhi standar sanitasi dan higienitas.
"Jadi tidak mesti persis seperti prototipe yang ditetapkan oleh BGN, juga tentang alat makannya, memang ada pondok pesantren yang sudah pakai omprengan kami minta itu untuk diteruskan, tapi yang belum menggunakan omprengan karena memang tradisinya prasmanan itu juga masih dimungkinkan," ujar Syafii.
Baca juga: Dudung Sidak SPPG di Petamburan dan Kebon Jeruk: Dua Dapur Ini Tidak Layak!
Wamenag menambahkan, jadwal pemberian MBG di pesantren juga dapat menyesuaikan kebiasaan santri yang menjalankan puasa sunah Senin dan Kamis.
Makanan yang dimasak pada siang hari tetap dapat diberikan kepada santri saat waktu berbuka puasa.
"Begitu juga dengan jadwal pemberian MBG itu kan biasanya diberikan siang, tapi di pesantren itu kan ada tradisi puasa Senin dan Kamis, itu juga bisa dimasak siang hari untuk dimakan pada saat berbuka, jadi sangat adaptif sekarang," kata Syafii.
Tag: #wamenag #pesantren #dengan #1000 #santri #bisa #bangun #sppg #sendiri