Anggota DPR Minta Polisi Beri Perhatian Serius pada Kasus Pencabulan Remaja di Banyuwangi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, memberikan catatan serius terhadap pelaksanaan program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar bantuan iuran jaminan kesehatan tersebut benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.(Dokumen Pribadi Nihayatul Wafiroh via Kompas.com)
13:30
11 Mei 2026

Anggota DPR Minta Polisi Beri Perhatian Serius pada Kasus Pencabulan Remaja di Banyuwangi

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh atau Ninik meminta Polresta Banyuwangi untuk memberi perhatian serius dalam kasus dugaan pencabulan remaja perempuan berinisial DN (15). 

"Saya telah berkoordinasi dengan Kapolresta Banyuwangi agar kasus ini mendapatkan perhatian serius dan ditangani secara profesional, transparan, serta berkeadilan bagi korban" kata Ninik, Senin (11/5/2026).

Ninik mendesak pemerintah daerah memberikan perlindungan menyeluruh kepada korbaan, mulai dari pendampingan hukum, layanan kesehatan, hingga pemulihan psikologis.

"Penanganan kasus kekerasan seksual tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi kita juga harus memastikan korban mendapatkan pemulihan yang layak." kata dia.

Baca juga: Cabuli Bocah, Anak Pengusaha Kapal di Banyuwangi Sesumbar Punya Channel Polisi

Ia juga mendorong penguatan kebijakan sektor untuk mencegah berulangnya kasus serupa, terutama pengawasan peredaran minuman keras di kalangan remaja, edukasi perlindungan anak serta optimalisasi peran keluarga dan masyarakat.

Sebelumnya, DN (15) diduga menjadi korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh dua orang, di rumah salah satu pelaku berinisial DM (25).

DN dicabuli setelah dipaksa mengonsumsi minuman keras hingga tidak sadarkan diri.

Namun, meski telah melakukan perbuatan kekerasan seksual, DM justru sesumbar tidak akan diproses hukum karena memiliki koneksi polisi, seperti yang diungkapkan Ketua Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Fatayat NU Banyuwangi, Sri Wahyunita.

" Wis, tidak kiro (berlanjut). Kalaupun kamu menempuh jalur hukum, keluargaku punya channel polisi-polisi," kata Yuni menirukan ucapan yang diterima keluarga korban dari terduga pelaku DM.

Baca juga: Anggota DPR Usul Semua Guru Honorer Diangkat PPPK, Daerah yang Tak Mampu Bisa Dibantu Pusat

Mengetahui hal tersebut, ayah DN merasa semakin kesal dan tidak terima dengan perbuatan pelaku, sehingga memutuskan untuk mencari bantuan hukum dan melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi.

"Keluarga pelaku tergolong mampu. Punya usaha kapal slerek di Muncar," terang Yuni.

Kasus secara resmi dilaporkan pada Jumat (1/5/2026). DN untuk telah menjalani visum di RSUD Blambangan pada Senin (4/5/2026) dan dijadwalkan menjalani visum forensik di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (11/5/2026) ini.

Sebelum kejadian, DN diajak oleh rekannya, RN berjalan-jalan ke RTH Maron Genteng untuk bertemu kekasihnya. Saat itu kekasih RN juga membawa dua teman lainnya.

Namun saat jam pulang, oleh RN dan lainnya, DN justru dibawa ke rumah DM.

Baca juga: Remaja Perempuan di Luwu Utara Dilecehkan di Area Persawahan, Korban Sempat Dikejar Pelaku Saat Berusaha Kabur

Di sana ia dicekoki minuman keras dan dicabuli di gudang yang letaknya di belakang rumah.

Ia berhasil diselamatkan tetangga terduga pelaku yang mendengar suara dan dering ponsel DN yang tidak berhenti berbunyi karena telepon dari sang ayah yang khawatir sebab DN tidak kunjung pulang ke rumah.

Tag:  #anggota #minta #polisi #beri #perhatian #serius #pada #kasus #pencabulan #remaja #banyuwangi

KOMENTAR