Mahfud MD Nilai Kinerja Komnas HAM Mundur
- Eks Menko Polhukam Mahfud MD menilai kinerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengalami kemunduran.
Hal tersebut disampaikan di tengah-tengah Mahfud membicarakan tentang kasus penyiraman air keras empat prajurit BAIS TNI terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
“Sangat mundur ya,” kata Mahfud dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Temuan Komnas HAM: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Terencana dan Terkoordinasi
Mahfud kemudian membandingkan kinerja Komnas HAM saat ia masih menjabat Menko Polhukam.
Menurut dia, pada masa itu Komnas HAM aktif berkoordinasi dengan pemerintah.
“Itu Komnas HAM berkoordinasi dengan kita, intens. Iya, berbicara betul, berdebat, bisa bertengkar juga. (Waktu itu ketunya) Ahmad Taufan Damanik. Itu aktif sekali,” ujar Mahfud.
Baca juga: Temuan Komnas HAM: Diduga 3 Pelaku Lain Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ia mencontohkan, saat dipimpin Ahmad Taufan Damanik, Komnas HAM dinilai sigap menangani kasus.
Lembaga tersebut juga terbuka menyampaikan sikap ke publik sehingga masyarakat mengetahui kinerjanya.
“Sekarang ini kan enggak tahu kita, peran Komnas HAM melakukan apa atas kasus (Andrie Yunus) ini? Mungkin sedang investigasi,” ucap Mahfud.
“Tapi kalau Komnas HAM zaman Damanik, Anam, kan langsung ngomongnya keras, masyarakat tahu bahwa dia kerja,” tambah dia.
Baca juga: 15 Warga Tewas di Papua, Komnas HAM Sebut Korban Selamat Ditembak Tentara Berseragam”
Mahfud juga menyinggung sejumlah kasus yang pernah ditangani, seperti pembunuhan Pendeta Yeremia di Intan Jaya dan kasus Wadas di Jawa Tengah.
Dalam kasus-kasus itu, kata dia, Komnas HAM tetap bekerja meski memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.
“Pemerintah, saya, membentuk TGPF. Mereka melawan, ‘enggak bisa, kamu bentuk sendiri’, seakan-akan enggak percaya ke pemerintah.
Kita lakukan sendiri-sendiri, tapi Komnas HAM kita fasilitasi, ayo lakukan. Hasilnya sama pada akhirnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, koordinasi juga tetap berjalan dalam kasus lain, termasuk perkara Ferdy Sambo.
Saat itu, Komnas HAM dinilai aktif turun langsung meski sempat dianggap berlebihan oleh sebagian pihak.
“Tapi maksud saya waktu itu aktif Komnas HAM. Sekarang ini kita enggak pernah dengar,” tegas dia.
Baca juga: Komnas HAM Ungkap Bandara Tempat Pilot Diserang KKB Tak Punya Petugas Keamanan
Terkait kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, Mahfud berharap Komnas HAM bersikap lebih proaktif.
Menurut dia, kasus tersebut menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dan perlu penjelasan yang terang.
“(Harapannya di kasus ini) ya, seharusnya aktif dong, kayak gini kan kontroversi di kalangan masyarakat sekarang sedang tinggi. Apakah itu pelanggaran HAM berat apa tidak, kan gitu toh,” ujar dia.
“Karena kan bagi banyak orang kan tidak masuk akal hanya karena apa, urusan pribadi sampai begitu dan bisa rombongan, gitu kan,” pungkas dia.