Menkomdigi Imbau Warga Tak Sebar Hoaks dan Konten Sensitif soal Tabrakan KA Bekasi Timur
Menkomdigi Meutya Hafid dalam jumpa pers di kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
17:22
28 April 2026

Menkomdigi Imbau Warga Tak Sebar Hoaks dan Konten Sensitif soal Tabrakan KA Bekasi Timur

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks maupun konten sensitif terkait tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Meutya menegaskan, peristiwa kecelakaan tersebut merupakan musibah yang tidak sepatutnya dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, terutama dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Tentu kita mengimbau betul agar tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini,” ujar Meutya di Gedung Komdigi, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia menekankan dua hal penting kepada masyarakat. Pertama, tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Kondisi Terkini Kecelakaan KRL Bekasi, Evakuasi Bangkai Kereta Berpacu Waktu

Kedua, tidak mengulang-ulang konten terkait kejadian secara berlebihan karena berpotensi menimbulkan trauma psikologis bagi korban maupun keluarga.

“Kalaupun tidak benar, kemudian diulang-ulang, ini bisa menimbulkan trauma psikis bagi keluarga korban maupun korban yang saat ini masih ditangani di rumah sakit,” katanya.

Selain itu, Meutya juga meminta masyarakat menahan diri dalam membagikan tayangan kecelakaan, terutama konten yang tidak perlu dan berpotensi melukai perasaan korban.

“Penayangan peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu, tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab. Kita harus menghormati perasaan para korban dan keluarga,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penyensoran konten yang menampilkan korban, Meutya menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan internal.

Namun, ia menegaskan pendekatan utama tetap mengedepankan kesadaran publik.

Baca juga: Warga Sebut Taksi Green SM Terobos Palang Pelintasan Sebelum Tertabrak KRL di Bekasi

“Kita sedang berdiskusi dengan Pak Dirjen. Jika memang ada yang perlu ditangani, akan kita lakukan. Tapi semangatnya, kita ingin masyarakat juga tidak melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin melakukan intervensi berlebihan, melainkan mendorong tanggung jawab bersama atas dasar kemanusiaan.

“Kita mengimbau tidak perlu ada intervensi khusus dari Komdigi. Ini semua atas dasar kemanusiaan untuk tidak menyebarkan konten secara berlebihan, tidak menyebarkan misinformasi, serta tidak melakukan hal-hal yang berdampak buruk bagi korban maupun keluarganya,” tutup Meutya.

Tag:  #menkomdigi #imbau #warga #sebar #hoaks #konten #sensitif #soal #tabrakan #bekasi #timur

KOMENTAR