Profil Hasan Nasbi: Penasihat Khusus Presiden yang Dulu Mundur dari Kepala PCO
- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Pantauan Kompas.com di Istana, Jakarta, Senin (27/4/2026), Hasan Nasbi tampak mengenakan jas hitam dan dasi biru muda, bersamaan dengan pejabat lain yang akan dilantik.
Pelantikan Hasan Nasbi dilakukan berdasarkan Keppres 53/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
"Mengangkat Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi," ujar pembawa acara.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Hanif Faisol Jadi Wamenko Pangan
"Ditetapkan di Jakarta, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto," sambungnya.
Profil Hasan Nasbi
Dilansir dari berbagai sumber, Hasan Nasbi merupakan sosok pengamat dan konsultan politik asal Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pria kelahiran 11 Oktober 1979 itu mengenyam pendidikan di SMA 2 Bukittinggi dan melanjutkan kuliah ke Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Ia juga sempat menjadi wartawan pada 2005-2006.
Pada 2006-2008, Hasan Nasbi bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia. Hingga akhirnya, ia mendirikan lembaga survei Cyrus Network.
Baca juga: BREAKING NEWS! Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 5 Pejabat
Dalam perjalanannya sebagai konsultan politik, nama Hasan Nasbi melejit ketika menjadi konsultan politik Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2012.
Hasan Nasbi sukses membantu mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Pada 2017, nama Hasan Nasbi juga menjadi perbincangan karena ia menjadi inisiator berdirinya Teman Ahok, organisasi relawan Ahok pada Pilkada 2017 Jakarta yang maju secara independen.
Baca juga: Qodari Kena Reshuffle, Diminta Prabowo Bantu Urusan Komunikasi
Hasan Nasbi juga menyatakan dukungannya terhadap Jokowi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.
Hingga akhirnya pada Pilpres 2024, Hasan Nasbi menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
Pelantikan pejabat baru di reshuffle kabinet.
Mundur dari Kepala PCO
Setelah Prabowo dilantik menjadi Presiden, Hasan Nasbi ditunjuk menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Kabinet Merah Putih.
Namun pada April 2025, Hasan Nasbi mundur dari posisinya di Kabinet Merah Putih. Hasan mengaku sudah mengajukan pengunduran diri sejak 21 April 2025.
Surat itu dikirimkan ke Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tanda tangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet," ujar Hasan lewat Instagram @totalpolitikcom, dikutip pada Selasa (29/4/2025).
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Jumhur Hidayat Sudah Siapkan Program sebagai Menteri LH
Hasan mengungkapkan bahwa 21 April adalah hari terakhirnya beraktivitas sebagai Kepala PCO. Dia menjelaskan bahwa keputusan ini bukan dilakukan secara tiba-tiba.
"Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang, dan demi kebaikan komunikasi pemerintah yang akan datang," ujar Qodari.
Akhirnya pada Rabi (17/9/2025), Prabowo menunjuk Angga Raka Prabowo menggantikan Hasan Nasbi.
Setelah Angga Raka Prabowo menggantikan Hasan Nasbi, Kantor Komunikasi Kepresidenan berubah menjadi Badan Komunikasi (Bakom) RI.
Tag: #profil #hasan #nasbi #penasihat #khusus #presiden #yang #dulu #mundur #dari #kepala