Lika-liku Berangkatkan Jemaah Haji 2026: Avtur Naik hingga Perang di Timur Tengah
Jemaah haji mengantre saat hendak naik pesawat di Bandara Juanda pada tahun lalu(KOMPAS.com/JACK ROBBY DAMARJATI)
08:48
16 April 2026

Lika-liku Berangkatkan Jemaah Haji 2026: Avtur Naik hingga Perang di Timur Tengah

Tahun pertama pelaksanaan ibadah haji di tangan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berjalan tidak mudah.

Jauh sebelum para jemaah berkumpul di tanah suci, Kemenhaj sudah menghadapi jalan berliku untuk memberangkatkan para jemaah.

Situasi di Timur Tengah yang memanas usai serangan Amerika Serikat dan Isral ke Iran membuat Kemenhaj mesti memutar otak agar perjalanan jemaah dipastikan aman.

Perang yang tak berkesudahan pun membuat harga energi merangkak naik, termasuk avtur, sehingga ongkos perjalanan haji pun terancam membengkak.

Baca juga: Menteri Haji Kelabakan Harga Avtur Naik, Mengadu ke Prabowo

Menteri Haji kelabakan

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengakui bahwa ia sempat kelabakan ketika mendengar harga avtur naik.

Pasalnya, Garuda Indonesia dan Saudi Airlines selaku maskapai yang akan menerbangkan para jemaah haji langsung meminta tambahan biaya ke pemerintah imbas kenaikan harga bahan bakar pesawat itu.

"Tiba-tiba Garuda minta perubahan harga dari penerbangan jemaah haji. Waktu itu kita juga menanyakan ke Saudi, 'ini Garuda minta tambahan, Saudi enggak ya?' Enggak, alhamdulillah enggak, waktu itu disampaikan. Ternyata tiba-tiba juga Saudi juga minta tambahan, karena avturnya naik," ujar Irfan dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Irfan menjelaskan, total penambahan biaya yang diperlukan Garuda dan Saudi Airlines sebesar Rp 1,77 triliun.

Baca juga: Pemerintah Pamer Biaya Haji Sudah Turun Rp 7 Juta sejak Era Prabowo

Walhasil, Irfan pun langsung melapor ke Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Prabowo kala itu meminta penambahan biaya ini jangan sampai dibebankan ke jemaah.

"Ya karena kita juga agak kelabakan ini, kami lapor kepada Presiden, Presiden mengatakan, 'apapun yang terjadi, penambahan ini jangan dibebankan kepada jemaah'," tuturnya.

Menurut Irfan, ini merupakan komitmen Prabowo terhadap jemaah haji.

Dia pun mengenang bahwa Kementerian Haji sudah menjadi cita-cita Prabowo sejak lama.

"Ketika Pilpres 2014, beliau sudah masukkan Kementerian Haji sebagai salah satu visi misi beliau, 2019 juga sama, 2024 juga sama," kata Irfan.

"Kemudian, tadi saya sampaikan bahwa beliau mengatakan biaya tambahan jangan dibebankan kepada jemaah haji," imbuhnya.

Keselamatan jemaah diprioritaskan di tengah perang

Selanjutnya, Irfan mengatakan, Prabowo memerintahkan dirinya untuk memprioritaskan keselamatan jemaah haji, mengingat sedang terjadi perang Timur Tengah.

Irfan menekankan, kloter pertama jemaah haji akan diterbangkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026.

Baca juga: Kemenhaj Fokus Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Jemaah Haji Indonesia 2026

Dia berharap Prabowo bisa melepas langsung para jemaah tersebut.

"Kita fokus pada keselamatan keamanan jemaah. Keamanan itu meliputi keamanan perjalanan dari Indonesia menuju sana dan sebaliknya, kemudian keamanan selama di Arab Saudi, kemudian juga tidak bisa terlewatkan adalah keamanan logistik yang akan mendukung kegiatan jemaah di sana," ujar Irfan.

Irfan membeberkan, Prabowo meminta jemaah haji tetap diberangkatkan, selama tidak ada larangan dari Arab Saudi.

"Presiden Prabowo kemarin mengatakan, 'selama tidak ada kalimat tidak ada keberangkatan dari pemerintah Saudi, insya Allah Indonesia tetap akan menjalankan atau memberangkatkan jemaah hajinya'. Kecuali ada kata yang berbeda dari pemerintah Saudi," kata dia.

Baca juga: Biaya Haji 2026 Naik Jadi Rp 8,46 T, Menhaj Pastikan Ditanggung Negara

Biaya haji membengkak, negara yang bayar

Sementara itu, Irfan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membebani jemaah karena penyesuaian biaya haji imbas konflik di Timur Tengah.

Irfan menyampaikan, Prabowo dengan tegas telah memberikan arahan agar setiap potensi penyesuaian biaya dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak akan dibebankan kepada jemaah.

Adapun pemerintah telah mengalokasikan Rp 1,77 triliun dari APBN untuk menambal biaya haji 2026 akibat kenaikan harga avtur yang turut berdampak pada biaya haji.

"Nah, ongkos haji seperti kita ketahui telah diturunkan Rp 2 juta. Kemudian dampak terhadap kenaikan avtur ini di-absorb oleh pemerintah. Jadi tidak ada kenaikan biaya haji," kata Airlangga dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Persiapan hampir 100 persen

Di tengah lika-liku yang ada, Irfan memastikan bahwa persiapan pelaksanaan haji dari pemerintah Indonesia sudah hampir 100 persen.

Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, persiapan ini mencakup kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah haji. 

Baca juga: Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April

Pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Mekkah dan 100 hotel di Madinah.

Di wilayah Mekkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah.

Sedangkan untuk Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.

Pemerintah juga menyiapkan 40 klinik kesehatan di Mekkah dan 5 klinik di Madinah.

“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” ucap Irfan.

Tag:  #lika #liku #berangkatkan #jemaah #haji #2026 #avtur #naik #hingga #perang #timur #tengah

KOMENTAR