Repons RI Atas Penyelidikan PBB soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur akibat serangan di Lebanon telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.()
09:46
9 April 2026

Repons RI Atas Penyelidikan PBB soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

- Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian pasukan perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas saat menjalankan misi di Lebanon Selatan.

Ketiganya adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berdasarkan penyelidikan awal menyatakan, satu prajurit TNI tewas akibat tembakan proyektil tank militer Israel.

Baca juga: Istana Sebut Belum Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL Lebanon

Sementara dua prajurit lainnya meninggal akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan, temuan tersebut masih bersifat awal dan didasarkan pada bukti fisik yang tersedia saat ini.

"Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal," ujar Dujarric, dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Reuters.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pimpinan Komisi I Desak PBB Bertanggung Jawab

Pelanggaran Hukum Internasional

Menanggapi penyelidikan awal PBB itu, pelaksana tugas (Plt) Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Veronica Vicka Ancilla Rompis mengatakan, tewasnya prajurit TNI akibat tembakan tank Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Vero mengatakan, pemerintah mengutuk keras tindakan Israel yang telah mengakibatkan tewasnya prajurit TNI sebagai personel pemelihara perdamaian (peacekeepers).

"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," imbuh Vero, dalam konferensi pers, di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2026).

Baca juga: Pemerintah Bakal Evaluasi Pengiriman Personel TNI ke Lebanon

Ia mengatakan, operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon Selatan berisiko semakin membuat destabilisasi situasi dan membahayakan para personel pemelihara perdamaian.

"Untuk itu Indonesia menegaskan kembali bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB tidak dapat ditawar lagi," tegas Vero.

Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur akibat serangan di Lebanon telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam. Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur akibat serangan di Lebanon telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.

Desak Selidiki dan Adili Pelaku

Pemerintah meminta kepada PBB untuk mendesak otoritas yang terkait agar menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku.

"Insiden-insiden ini tidak terlepas dari memburuknya situasi di Lebanon. Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel pemelihara perdamaian PBB," ujar dia.

Vero menyebut, serangan Israel melemahkan pelaksanaan mandat dari UNIFIL sebagaimana yang sudah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Anggota DPR Dorong Opsi Penarikan dari UNIFIL

Dia mengatakan, tindakan yang membahayakan para personel pemelihara perdamaian tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi.

"Kami mendukung agar UNIFIL dapat menyampaikan protes secara resmi kepada para pihak yang terkait," tutur Vero.

Perintah Masuk Bunker

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon untuk tetap berada di dalam bungker, setelah tiga prajurit gugur akibat serangan Israel.

Agus meminta para anggotanya yang tergabung dalam UNIFIL menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.

“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bungker-bungker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” ujar Agus kepada Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: SBY Minta PBB dan UNIFIL Jelaskan Penyebab Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

Tidak hanya itu, Agus juga menekankan betapa pentingnya menjaga semangat prajurit di tengah situasi yang memanas.

“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” imbuh Agus.

Ilustrasi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sedang melakukan patroli.UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL) Ilustrasi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sedang melakukan patroli.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan TNI telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur tindakan prajurit dalam kondisi tertentu di lapangan.

Hal ini sekaligus untuk menjamin keamanan dan keselamatan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian.

“Ya, sebetulnya, mereka sudah ada SOP, ya. SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dalam kondisi apa. Jadi, saya kira SOP mereka sudah, sudah ada, dan bagaimana nanti pelaksanaannya tinggal menunggu waktu,” ujar Maruli saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Maruli mengimbau keluarga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon, untuk tidak merasa risau di tengah situasi keamanan yang memanas.

Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Berlindung di Bunker, Anggota DPR: Kesiapsiagaan yang Tak Bisa Ditawar

Dia menegaskan, para prajurit yang bertugas di wilayah misi perdamaian telah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam berbagai situasi.

"Enggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik. Saya kira itu," ujar Maruli.

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir

Saat jenazah tiga prajurit TNI yang gugur itu tiba di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir.

Di depan peti jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, Prabowo memberikan penghormatan terakhirnya.

Prabowo turut mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Baca juga: Akui Tak Mudah, SBY Tetap Minta PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat serangan di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah tiga prajurit TNI yang gugur akibat serangan di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.

"Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa," ujar Prabowo dalam unggahan akun Instagram resmi (@prabowo), Sabtu (4/4) malam.

Ia menyatakan duka atas wafatnya prajurit terbaik bangsa dalam menjalankan misi mulia menjaga perdamaian dunia.

Prabowo menegaskan penolakan terhadap setiap tindakan yang merusak perdamaian dan menghilangkan nyawa personel yang bertugas.

Tag:  #repons #atas #penyelidikan #soal #gugurnya #prajurit #lebanon

KOMENTAR