Menhaj Pastikan Jemaah Tak Akan Dibebani Penambahan Biaya Haji 2026
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam agenda pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).(YouTube Kementerian Haji dan Umrah)
08:04
9 April 2026

Menhaj Pastikan Jemaah Tak Akan Dibebani Penambahan Biaya Haji 2026

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membebani jemaah karena penyesuaian biaya haji imbas konflik di Timur Tengah.

Gus Irfan menyampaikan, Presiden RI Prabowo Subianto dengan tegas telah memberikan arahan agar setiap potensi penyesuaian biaya dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak akan dibebankan kepada jemaah.

"Sejak awal Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas bahwa apa pun yang terjadi, jika ada penambahan biaya, tidak boleh dibebankan kepada jemaah haji. Pemerintah memastikan komitmen ini dijalankan secara konsisten," ujar Menhaj Gus Irfan dalam agenda pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Prabowo Putuskan Biaya Haji 2026 Turun, Ini Bipih dalam 10 Tahun Terakhir

Ia akui bahwa dinamika global turut berdampak pada aspek operasional penyelenggaraan haji, termasuk permintaan penyesuaian harga penerbangan oleh maskapai.

Pada 30 Maret 2026, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengajukan perubahan harga, disusul Saudi Airlines pada 31 Maret 2026.

Meski begitu, Gus Irfan memastikan bahwa penyesuaian harga atau biaya penerbangan tersebut tidak akan memengaruhi biaya yang ditanggung jemaah.

"Kami pastikan, perubahan harga tidak akan dibebankan kepada jemaah. Negara hadir untuk melindungi jemaah," tegas dia.

Pemerintah menekankan dalam kondisi apapun, aspek keamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Dipastikan Tak Bayar Ongkos Tambahan, meski Biaya Penerbangan Naik

Karena itu Gus Irfan optimistis penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan lancar mengingat adanya kabar terbaru terkait situasi global yang sudah berangsur membaik.

"Alhamdulillah, ketegangan di Timur Tengah mulai menurun. Ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah tidak membebani tambahan biaya haji kepada jemaah meski harga avtur naik di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ongkos haji 2026 sudah turun Rp 2 juta dari biaya haji 2025.

Namun, di tahun 2026 ini, berhubung ada kenaikan harga avtur, Airlangga menyebut pemerintah menahan ongkos haji tidak naik.

Baca juga: Menhaj: Prabowo Upayakan Biaya Haji Turun Terus Tiap Tahun

Pemerintah mengalokasikan Rp 1,77 triliun dari APBN untuk menambal biaya haji 2026 akibat kenaikan harga avtur yang turut berdampak pada biaya haji.

"Nah, ongkos haji seperti kita ketahui telah diturunkan Rp 2 juta. Kemudian dampak terhadap kenaikan avtur ini di-absorb oleh pemerintah. Jadi tidak ada kenaikan biaya haji," jelas Airlangga dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Tag:  #menhaj #pastikan #jemaah #akan #dibebani #penambahan #biaya #haji #2026

KOMENTAR