Respons Dubes UAE soal Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan, gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran merupakan sesuatu yang sudah sejak lama digaungkan oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah.
“Kami selalu menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, dan diskusi di ruang diplomatis, kami tidak ingin ada eskalasi,” ujar Abdulla saat konferensi pers di kediaman Dubes UAE, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Abdulla mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) berharap, periode gencatan senjata selama 14 hari ke depan dapat digunakan dengan baik oleh kedua belah pihak.
“Kami berharap dalam kurun waktu dua minggu ini, kita bisa mencapai kesepakatan untuk menimbulkan stabilitas, agar kita bisa bekerja untuk mencapai kemakmuran bagi negara kita,” imbuhnya.
Baca juga: Dubes UAE Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
Abdulla menekankan pentingnya berjalan bersama, membangun kawasan agar bisa maju dan hidup secara tenteram serta aman.
“Kita harus melihat Selat Hormuz bergerak karena kita tidak ingin melihat kehancuran rantai pasok,” katanya.
Abdulla menegaskan, tidak ada pihak yang ingin harga barang-barang melambung dan tidak ada yang mau ada gangguan yang mempengaruhi negaranya.
“Gangguan hanya akan membuat kita bergerak mundur. Ini tidak akan membantu negara kita, tidak ada negara yang kebal dari hal ini,” katanya lagi.
Dalam 14 hari ke depan, UAE akan berusaha menjadi bagian dalam diskusi untuk mencapai solusi terbaik.
“Dan, harapan kita, AS dan Iran bisa mencapai solusi jangka panjang yang tidak berdampak pada kawasan. Kita ingin mereka membawa stabilitas, keamanan, dan kemakmuran ke kawasan,” tutupnya.
Baca juga: Kabar Terkini Terkait Kapal Pertamina di Selat Hormuz: Masih Tertahan, Pemerintah Terus Lobi Iran
Gencatan senjata Iran-AS
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), dewan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.
"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Baca juga: Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Selama Perang Iran, Ada 85.000 WNI
Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Tag: #respons #dubes #soal #gencatan #senjata #israel #iran #kami #eskalasi