Kecaman hingga Desakan Aksi Nyata ke PBB Usai Tiga Prajurit TNI Gugur
Kecaman maupun desakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas gugurnya tiga prajurit TNI penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atas serangan Israel terus berdatangan.
Kecaman dan desakan itu datang dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Desakan juga sudah disampaikan langsung oleh Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, kala mengawali pernyataannya di rapat darurat DK PBB di New York, Selasa (31/1/2026) pekan lalu.
Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Adapun insiden pertama terjadi usai kontingen Indonesia serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026). Satu prajurit Praka Dua atas nama Farizal Rhomadhon, meninggal dunia akibat serangan itu.
Dua prajurit lainnya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan., tewas keesokan harinya pada Senin (30/3/2026) setelah konvoi pasukan dikawal mereka, diserang.
Di sisi lain, ada lima prajurit lagi yang terluka, yakni Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Terbaru, UNIFIL melaporkan tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia kembali terluka akibat ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Jumat (3/4/2025).
Baca juga: Saat Prabowo Kecam Keras Insiden 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Kecaman Prabowo
Kecaman dari Kepala Negara disampaikan melalui akun X @prabowo.
Ia menyatakan tindakan itu keji hingga menggugurkan tiga personel TNI.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tulis Prabowo, pekan ini.
Prabowo mengatakan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan.
Dia pun mengajak semua pihak untuk melanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian.
“Serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” imbuh Prabowo.
Tuntut investigasi menyeluruh
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono meminta investigasi menyeluruh atas penyerangan prajurit perdamaian di Lebanon.
Ia menyampaikan, investigasi menjadi keharusan karena tidak seharusnya pasukan perdamaian mendapat serangan.
“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono, usai menghadiri upacara pelepasan tiga prajurit TNI yang gugur di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.
Baca juga: Indonesia Tuntut Investigasi Menyeluruh Penyerangan Prajurit Perdamaian di Lebanon
Sugiono menegaskan, harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian.
Pasalnya, mereka adalah penjaga perdamaian, bukan pembuat perdamaian.
Para penjaga perdamaian ini dilengkapi dan dilatih untuk menjadi perdamaian pada situasi damai.
“They are peace keeping, not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ini,” kata Sugiono.
Senada, SBY turut mendesak investigasi atas peristiwa penyerangan meski itu bukan hal yang mudah.
Baca juga: SBY Sebut Pasukan RI di Lebanon Kini Berada di War Zone, Bukan Blue Line Lagi
“Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative),” ujar SBY dalam akun X-nya, Minggu (5/4/2026).
SBY menyampaikan, dirinya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (dulu Yugoslavia) pada tahun 1995-1996 silam.
Saat masih berpangkat Brigadir Jenderal TNI, SBY menjadi Kepala Pengamat Militer PBB.
Mutlak, investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata turut dilakukan.
Dia mendukung langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang mendesak PBB adil dalam melaksanakan investigasi gugurnya 3 prajurit TNI.
“Indonesia berhak untuk itu. PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab, harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka peacekeeper dari Indonesia itu terjadi,” imbuh SBY.
Baca juga: SBY Minta PBB Tegas Hentikan Penugasan Prajurit UNIFIL di Lebanon
Evaluasi keselamatan prajurit
Tak hanya itu, Sugiono juga meminta PBB mengevaluasi keselamatan para prajurit penjaga perdamaian di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.
Menurutnya, setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.
Oleh karena itu, Indonesia mengecam keras insiden ini.
“Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini,” ujar Sugiono saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/4/2026).
“Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka,” sambung dia.
Baca juga: Jaga Perdamaian di Lebanon, Total 3 Prajurit TNI Gugur dan 8 Terluka dalam Sepekan
Kemenlu minta usut
Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL.
Kemenlu meminta Dewan Keamanan PBB segera melangsungkan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL.
Menurut Kemenlu, penyelidikan perlu dilakukan untuk mengungkap fakta dari insiden yang terjadi, di tengah serangan Israel ke Lebanon.
Baca juga: Akui Tak Mudah, SBY Tetap Minta PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
“Indonesia kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” tegas Kemlu dalam keterangannya.
Kemenlu lalu menekankan, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.
Setiap tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Indonesia menyatakan, ledakan ini adalah insiden serius ketiga yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Baca juga: RI Minta PBB Evaluasi Jaminan Keselamatan Pasukan Perdamaian Usai Insiden di Lebanon
Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, berisiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.
“Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Terlepas dari apapun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya,” tulis Kemenlu.
Tiga prajurit dapat penghormatan Prabowo
Sementara itu, proses repatriasi tiga prajurit penjaga perdamaian yang tewas dalam insiden pekan lalu dan awal pekan ini berjalan baik.
Ketiga peti jenazah yang membawa tiga prajurit itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia, pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Suasana seketika haru saat tangis keluarga pecah membendung kesedihan di gedung VIP Lounge bandara, saat satu per satu peti berbalut bendera Merah Putih itu diantar masuk ke ruangan.
Baca juga: SBY Beri Pesan ke Prajurit TNI di Lebanon: Jaga Diri, Keluarga Menunggu di Tanah Air
Anggota keluarga langsung menghampiri, mengusap, dan memeluk peti jenazah orang tercinta mereka.
Isak tangis seolah bersahutan di dalam ruangan.
Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa berdiri dan harus ditopang kerabat lainnya saat mendekat ke peti jenazah.
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam momen mengharukan ini.
Ia memberikan penghormatan terakhirnya kepada tiga prajurit yang berjasa menjaga perdamaian dunia.
Momen penghormatan terakhir ini terjadi usai Prabowo menyapa dan menyalami keluarga para prajurit yang ditinggalkan.
Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara tiga prajurit dianugerahi medali anumerta oleh PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam menjalankan tugas perdamaian.
Tag: #kecaman #hingga #desakan #aksi #nyata #usai #tiga #prajurit #gugur