Dampak Gempa M 7,6 di Sulut-Malut: Warga Berlarian, Plester Dinding Jatuh, Cerobong Pabrik Rusak
Kepala BMKG Teuku Faisal, Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam rapat koordinasi penanganan gempa bumi M 7,6 Sulut dan Malut, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
14:02
2 April 2026

Dampak Gempa M 7,6 di Sulut-Malut: Warga Berlarian, Plester Dinding Jatuh, Cerobong Pabrik Rusak

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan sejumlah kerusakan yang diakibatkan gempa M 7,6 di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.

Faisal menuturkan, dampak yang dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI yakni getaran dirasakan oleh semua penduduk.

"Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan," tutur Faisal dalam rapat koordinasi dengan BNPB di Graha BNPB, Jakarta Timut, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut

Kemudian, di Kecamatan Ibu dengan intensitas V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk sehingga membuat banyak warga terbangun dari tidurnya.

"Manado dengan intensitas IV-V MMI, getarannya juga dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. Di Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu," ucapnya.

Untuk di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI, getaran gempa hanya dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Faisal menyebut, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi.

Baca juga: Catat 29 Gempa Susulan di Ternate-Bitung, BMKG Bakal Pasang Alat Sensor Gempa

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," tuturnya.

BMKG akan memasang alat sensor gempa di wilayah di Ternate, Maluku Utara (Malut) dengan tujuan untuk menangkap data seismik yang lebih akurat usai terjadi gempa yang dirasakan di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) hingga Malut.

"Kami akan memasang portable seismographs di sekitar Maluku Utara dan Ternate. Nanti kita koordinasikan dengan UPTD setempat," ujar pelaksana tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2026).

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, pusat gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

Baca juga: Kondisi Maluku Utara Kondusif Usai Gempa M 7,6, Warga Mulai Kembali ke Rumah

"Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," ujar Abdul dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB

Tag:  #dampak #gempa #sulut #malut #warga #berlarian #plester #dinding #jatuh #cerobong #pabrik #rusak

KOMENTAR