MPR Minta Pemerintah Beri Penghargaan ke Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat konferensi pers bersama Pimpinan MPR dan Sekjen MPR RI, Selasa (31/3/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta.(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
17:46
31 Maret 2026

MPR Minta Pemerintah Beri Penghargaan ke Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

- Ketua MPR RI Ahmad Muzani meminta pemerintah memberikan penghargaan kepada prajurit TNI yang gugur dan terluka dalam misi perdamaian di Lebanon selatan.

Permintaan itu menjadi menjadi salah satu kesimpulan dalam rapat pimpinan yang membahas perkembangan terkini, termasuk insiden yang menewaskan prajurit TNI.

MPR mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi penghargaan terhadap TNI yang gugur dan terluka serta keluarga yang ditinggalkan,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Prabowo Berduka Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Dalam kesempatan itu, Muzani menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Dia merinci, prajurit yang gugur adalah Prada Farizal Rhomadhon yang tewas pada 29 Maret, kemudian Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur pada 30 Maret.

Kutuk Israel: Biadab!

Pimpinan MPR mengutuk tindakan pihak Israel sebagai tindakan yang biadab. 

“Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dengan 732 anggota majelis mengutuk dengan keras tindakan Israel yang sangat biadab terhadap putra-putra terbaik kita yang sedang menjalankan misi perdamaian,” kata dia.

Baca juga: MPR Minta Seluruh Pasukan Perdamaian di Lebanon Ditarik Usai 3 Prajurit TNI Gugur

Selain itu, MPR juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar sidang penyelidikan atas insiden tersebut dan menjatuhkan sanksi kepada Israel.

Sebab, para prajurit tersebut menjalankan tugas menjaga perdamaian berdasarkan mandat Dewan Keamanan Perserikatan PBB.

“Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” ujar Muzani.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).

Peristiwa itu menambah jumlah prajurit TNI yang gugur menjadi tiga orang, setelah satu prajurit dilaporkan tewas akibat serangan Israel sehari sebelumnya.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Israel Respons Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon, Apa Kata Mereka?

Rico menjelaskan, para prajurit tersebut tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL saat insiden terjadi.

Dia menambahkan, kejadian berlangsung di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut dan penyebab pastinya masih diselidiki oleh pihak UNIFIL.

Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI, lanjut Rico, terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Rico.

Tag:  #minta #pemerintah #beri #penghargaan #prajurit #yang #gugur #lebanon

KOMENTAR