Tak Ada Open House Pejabat
- Hingga H+3 Lebaran Idul Fitri 2026, atau Selasa (24/3/2026), para pejabat di Kabinet Merah Putih tampak tidak menggelar open house.
Sebenarnya, Presiden Prabowo Subianto telah melarang para pejabat menggelar open house secara mewah, mengingat masih banyak masyarakat yang terdampak bencana.
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujar Prabowo, dalam Sidang Kabinet di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Warga Datangi Open House Anies Baswedan, Selfie hingga Dapat Bingkisan
Hanya saja, larangan Prabowo ini bukan berarti pejabat tidak boleh menggelar acara.
Sebab, bagaimanapun, roda perekonomian harus tetap berjalan.
"Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," imbuh Prabowo.
Larangan via SE Mensesneg
Istana Kepresidenan telah mengirim Surat Edaran (SE) kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) untuk tidak menyelenggarakan gelar griya (open house) atau Halal Bihalal secara berlebihan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, surat edaran (SE) itu diterbitkan untuk menindaklanjuti arahan Prabowo dalam sidang Kabinet paripurna.
"Kemarin sesuai dengan petunjuk beliau (Bapak Presiden), kami sudah menyampaikan Surat Edaran untuk kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupunHalal Bihalal," kata Prasetyo, pasca memimpin rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Megawati Belum Terkonfirmasi Hadiri Open House Prabowo di Istana
Prasetyo menekankan rasa empati kepada korban bencana alam dan masyarakat belum mampu.
Oleh karenanya, sesuai arahan Presiden Prabowo, acara gelar griya harus sederhana.
"Karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita yang pada kondisi yang belum baik gitu. Jadi, kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halal bihalal," tutur dia.
Mereka yang nyatakan tidak gelar open house
Setelah mendengar larangan Prabowo, yang kemudian diterbitkan menjadi SE, para pejabat ini menyatakan mereka tidak menggelar open house pada momentum Lebaran.
Misalnya, seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya mengatakan, tidak akan menggelar open house karena harus mengirit uang.
"Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit," kata Purbaya, di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Dia pun menyebut bahwa pada Lebaran tahun ini para pejabat tidak boleh menggelar open house.
Baca juga: Ikuti SE Mensesneg, Dasco Tak Gelar Open House di Lebaran Tahun Ini
"Enggak boleh katanya open house," ucap dia.
Selain Purbaya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni juga menyebut tidak akan menggelar open house pada Lebaran 2026.
"Lebaran tahun ini saya kembali tidak mengadakan open house," kata Raja Juli, saat dihubungi, Jumat (20/3/2026).
Raja Juli juga mempersilakan jajarannya untuk pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga.
Menurut dia, hal ini juga sudah pernah disampaikannya kepada jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sejak awal bulan Ramadhan.
"Silakan rekan-rekan yang ingin mudik dan berkumpul bersama keluarga merencanakannya dari sekarang dengan baik," ucap dia.
Tak hanya pejabat dari kementerian/lembaga, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga tidak akan menggelar open house pada Hari Raya Idul Fitri kali ini.
Dasco menegaskan hal ini sekaligus merespons SE yang diterbitkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi.
Baca juga: Momen Didit Prabowo Rayakan Ulang Tahun Bareng Megawati dan Puan
"Keputusan ini diambil merespons Surat Edaran (SE) yang diterbitkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk seluruh menteri dan pejabat negara agar tidak terlalu berlebihan saat menggelar open house Lebaran," tulis Dasco, dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Keputusan ini dinilai menjadi bentuk keteladanan pimpinan legislatif dalam menjalankan arahan kesederhanaan dari pemerintah pusat.