Sumatera Berangsur Pulih: Hampir Tak Ada Pengungsi di Tenda, 38 Daerah Normal
- Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi percepatan pemulihan pascabencana di tiga provinsi Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang kini berangsur membaik.
Hal itu disampaikan Presiden di sela agenda salat Id di Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026).
"Ya, perbaikannya, pemulihannya sangat cepat," kata Prabowo, usai shalat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026), dikutip dari Kompas TV.
Kepala Negara juga mengatakan, hampir 100 persen tidak ada pengungsi tinggal di tenda.
Baca juga: Mendagri Tito: 38 dari 52 Daerah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Normal
Mayoritas warga yang sebelumnya tinggal di tenda, kini sudah mulai tinggal di rumah hunian.
Selanjutnya, pasokan listrik di Aceh juga sudah menyala hampir di semua daerah.
"Listrik hampir semuanya sudah jalan, hampir 100 persen lah. Hanya hanya lima desa dari seluruh Aceh, hanya lima desa yang memang sulit," tutur dia.
Prabowo mengatakan, bantuan juga sudah turun ke masyarakat terdampak.
Dia pun mengapresiasi kinerja semua jajaran kementerian/lembaga yang sudah membantu pemulihan pascabencana di Sumatera.
"Mereka kerja luar biasa bantu rakyat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dan provinsi lainnya," ujar Prabowo.
38 daerah normal
Sebagai informasi, bencana banjir dan longsor besar melanda tiga provinsi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada November 2025, sempat memporak-porandakan 52 kabupaten/kota.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga menyampaikan 38 dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana Sumatera sudah normal.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera ini mengatakan, pemulihan pascabencana secara umum di Sumatera sudah mencapai 73 persen.
"Kalau fungsional, kalau berdasarkan jumlah daerah, saya bilang daerah tuh berdasarkan aspeknya daerah ya, kabupaten/kota. Dari 52 kabupaten/kota yang sudah normal 38. Berarti itu 73 persen daerah," kata Tito, saat ditemui di kediamannya Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (23/3/2026).
Namun, ia mengatakan, angka persentase pemulihan pascabencana berbeda-beda tergantung sektornya.
Di sektor infrastruktur jalan, Tito menyebut, 100 persen jalan nasional sudah berfungsi meski ada sebagian yang masih belum permanen.
Meski masih ada jalan yang belum permanen, menurut dia, jalan nasional di tiga provinsi Sumatera sudah bisa dilalui kendaraan kecil hingga sedang.
"Jalan nasional 100 persen, jalan daerah 95 persen fungsional. Jembatan nasional 100 persen, jembatan daerah 67 persen," ucap dia.
Sektor fasilitas kesehatan, lanjut Tito, mayoritasnya sudah beroperasi semua.
Baca juga: Mendagri: Hampir 100 Persen Pengungsi Pascabencana Sumatera Tak Tinggal di Tenda
Kemudian, kantor pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga kecamatan juga hampir semuanya sudah pulih.
Hanya masih ada tiga kantor desa di Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang perlu atensi khusus.
"Untuk yang di Aceh ya, cuma ada desa, beberapa kantor desa di daerah Aceh Tengah, Aceh Utara, sama Aceh Tamiang. Kantor desa yang rusak, hancur, ada beberapa," lanjut dia.
Selanjutnya, SPBU sudah beroperasi normal di tiga provinsi Sumatera.
Kemudian, internet dan gas elpiji juga sudah hampir normal.
"Listrik semua jalan, kecuali Aceh Tengah ada lima desa di sini, tapi mereka dapat genset karena memang longsor habis, mau dibangun tiang juga enggak bisa, enggak bisa, longsor habis dan sungainya lebar," lanjut Tito.
Rincian per provinsi
Dalam kesempatan itu, Tito juga menunjukkan data sebaran daerah yang sudah normal, mendekati normal, dan perlu atensi khusus.
Di Aceh, menurut dia, ada 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Namun, 10 di antaranya sudah normal. Ia menyebut masih ada satu daerah yang mendekati normal, yaitu Kabupaten Bener Meriah.
Kemudian, tujuh daerah di Aceh perlu atensi khusus yaitu Kabupaten Bireun, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
"Nah itu ya, kita punya data detail di mana," imbuh Tito.
Di Sumatera Utara, ada 18 dari 23 daerah terdampak bencana.
Sebanyak 15 di antaranya sudah normal.
Mantan Kapolri ini menjelaskan, ada satu daerah juga sudah mendekati normal yaitu Tapanuli Selatan.
Baca juga: Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional
"Nah, kalau yang atensi bagi saya adalah Tapteng (Tapanuli Tengah), itu fokus berat saya di sana, sama Taput (Tapanuli Utara), ya karena persoalan-persoalan," ucap Tito.
Sementara di Sumatera Barat, ada 16 dari 19 daerah terdampak bencana.
Namun, 13 di antaranya sudah normal.
"Normal 13. Yang mendekati normal yaitu Tanah Datar," ucap dia.
Dia menyebut, dua daerah Sumatera Barat juga perlu atensi khusus, yaitu Agam dan Padang Pariaman.
Tito memastikan 11 daerah yang masih belum normal akan diberikan atensi khusus.
"Yang sudah normal itu adalah 38 dari 52, 73 persen. Mendekati normal 6 persen. Saya enggak mengatakan enggak normal tapi kami akan fokus kekuatan di 11 (daerah perlu atensi khusus) ini 21 persen," ujar Tito.
Mayoritas pengungsi sudah tak di tenda
Terkait jumlah pengungsi juga semakin menurun drastis.
Menurut Tito, hampir 100 persen pengungsi pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sudah tidak lagi tinggal di dalam tenda.
"Pengungsi bencana Sumatera mendekati 100 persen tidak di tenda saat Lebaran," kata Tito.
Berdasarkan data per 23 Maret 2026, ia menerangkan tersisa 173 jiwa atau 47 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di tenda.
Sebanyak 173 jiwa ini disebut berada di Aceh dengan rincian Kabupaten Bireun sebanyak 77 jiwa dan Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 96 jiwa.
"Spesifik pengungsi mendekati 100 persen, mendekati kata-katanya, saya enggak bilang 100 persen, mendekati, karena masih ada ini 47 KK ini kan 173 jiwa. Mendekati 100 persen tidak lagi di tenda," ucap Tito.
Baca juga: Alasan KPK Kembalikan Yaqut Jadi Tahanan Rutan: Besok Diperiksa
Hal ini juga disampaikannya langsung ketika Presiden RI Prabowo Subianto datang ke Aceh untuk menjalankan ibadah shalat Id pada 21 Maret 2026.
Saat itu, ia menjelaskan bahwa dari sekitar 2 juta jiwa yang mengungsi, kini tersisa 173 orang yang mengungsi di tenda.
"Nah, itu yang saya sampaikan Bapak Presiden, dari 2 juta dulunya awal 2 Desember, sekarang itu tersisa lebih kurang 173 jiwa, dari 2 juta turun ke 173 jiwa," ucap Tito.
Menurut Tito, pihaknya juga sudah memiliki skenario untuk menangani ratusan pengungsi yang tersisa.
"Tapi sudah ada skenarionya," lanjut Tito.
Tag: #sumatera #berangsur #pulih #hampir #pengungsi #tenda #daerah #normal