Prabowo Berencana Bangun Pabrik Mobil: Kenapa Kita Harus Jadi Pasar Orang Lain?
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
17:34
20 Maret 2026

Prabowo Berencana Bangun Pabrik Mobil: Kenapa Kita Harus Jadi Pasar Orang Lain?

- Presiden Prabowo Subianto berencana membuka pabrik mobil dan motor listrik dalam negeri agar Indonesia tidak terus menjadi pasar produk asing.

“Saya akan buka pabrik mobil. Kenapa kita harus menjadi pasar mobil orang lain?” ujar Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan para pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip tayangan ulang di YouTube Kompas TV, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Prabowo Sebut Ada Dirjen “Untouchable”, Lembaga Tak Bisa Diaudit

Prabowo menilai, selama ini Indonesia lebih banyak menjadi basis produksi bagi merek asing, seperti dari Korea Selatan dan Jepang.

Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah untuk mendukung industri otomotif, seperti timah, bauksit, dan alumina sebagai bahan dasar aluminium.

Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan membuat bahan mentah tersebut justru diekspor ke luar negeri.

“Kita punya sumber alam untuk bikin mobil tapi dia (Korea Selatan) sudah puluhan tahun lebih dulu dari kita bikin mobil,” lanjutnya.

Ia mengatakan, pabrik yang akan dibangun difokuskan pada kendaraan listrik dengan sumber energi dari tenaga surya.

“Saya ingin total listrik dan saya ingin listrik dari matahari. Kalau kita pakai combustion engine, mobil bensin atau solar, masih tergantung lagi kita sama impor,” imbuhnya.

Baca juga: Lebaran di Sumatera, Presiden Prabowo Takbiran di Medan dan Shalat Id di Aceh

Prabowo mengklaim, pengembangan industri kendaraan dalam negeri dapat menghemat biaya sekaligus mendorong kebangkitan industrialisasi nasional.

“Jadi, kalau strategi kita benar, will kita ada, Insya Allah, kita bisa hidupkan lagi industrialisasi lagi,” kata Prabowo.

Tag:  #prabowo #berencana #bangun #pabrik #mobil #kenapa #kita #harus #jadi #pasar #orang #lain

KOMENTAR