Ahok Blak-blakan, Keluar dari Pertamina karena Tak Sejalan dengan Jokowi
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama blak-blakan dirinya mundur dari Pertamina karena tidak satu pandangan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi.
Hal tersebut disampaikan Ahok saat dihadirka jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Anda berhenti atau mengundurkan diri, saudara saksi?" tanya jaksa kepada Ahok.
"Saya mengundurkan diri," jawab Ahok.
Baca juga: Ahok Sempat Minta Jabatan Dirut Buat Benahi BUMN, tapi Ditolak Jokowi
Ahok mengatakan, ia seharusnya mengundurkan diri pada akhir Desember 2023 usai menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024.
Namun, pengesahan RKAP 2024 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh Menteri BUMN baru dilakukan pada Januari, sehingga ia baru mengundurkan diri setelah pengesahan tersebut.
"Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen. Dan direksi semua sudah tanda tangan. Nah saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," ungkap dia.
Ahok juga bercerita bahwa ia sempat meminta jabatan direktur utama Pertamina kepada Jokowi.
Baca juga: Ahok Bongkar Penyimpangan Bawahannya, Salah Satunya Peningkatan Kuota Impor Minyak
Eks gubernur Jakarta ini menuturkan, permintaan itu ia ajukan demi memperbaiki perusahaan pelat merah di bidang perminyakan ini.
Menurut Ahok, jabatannya sebagai komisaris utama tidak punya wewenang yang cukup kuat untuk perbaiki Pertamina.
“Sayangnya, 2 tahun terakhir, keputusan mengangkat direksi atau bukan itu tidak melalui Dekom (Dewan Komisaris) sama sekali, langsung di-bypass oleh Menteri BUMN,” ujar Ahok.
“Makanya di situ tadi saya sampaikan pada Pak Jaksa. Yang pertama, di situ saya sampaikan pada Pak Presiden, ‘kalau Anda betul-betul mau saya perbaiki Pertamina, kasih saya jabatan Dirut atau enggak sama sekali’,” imbuh dia.
Baca juga: Ahok Pernah Minta Listyo Sigit Jaga Kilang Minyak: Siapa yang Sabotase, Tembak!
Namun, permintaan Ahok itu ditolak Jokowi.
Ahok menyebutkan, Jokowi juga pernah menolak sejumlah usul yang dia sampaikan.
Bekas pasangan Jokowi pada Pilkada Jakarta 2012 ini pun menegaskan, penolakan Jokowi itu turut menjadi alasannya mundur dari Pertamina.
“Dan ketika usulan saya ditolak soal subsidi segala macam, procurement tidak dilakukan, saya nyatakan, saya mundur,” ujar Ahok.
“Saya bukan kejar gaji, bukan kejar jabatan, saya kejar legacy untuk memperbaiki Pertamina kok. Kalau Anda enggak sepakat dengan saya, walaupun Anda Presiden, saya berhenti. Itu saya lakukan Pak,” kata dia.
Baca juga: Ahok di Sidang Anak Riza Chalid: Banyak yang Bisa Ditangkap di Indonesia
Pertamina berdarah-darah
Ahok menegaskan, meski Pertamina menguasai pasar migas, namun pergerakan uang alias cash flow di perusahaan justru tidak terus mendapatkan untung.
“Ini mohon maaf Pak Jaksa, Pak Hakim. Justru Pertamina itu berdarah-darah sebetulnya di tata niaga itu, cash flow-nya itu merah, rugi. Berapa kali rugi, kenapa? Karena pemerintah memaksa, tanda kutip, barang subsidi tidak boleh dinaikkan,” kata dia.
Ahok menjelaskan, kondisi kerugian yang dialami Pertamina disebabkan pemerintah meminta agar barang subsidi tidak boleh dinaikkan.
Oleh sebab itu, Pertamina kerap meminjam dana untuk menutupi kerugian perusahaan.
Baca juga: Saat Jadi Komut, Ahok: Kondisi Kami Itu Berdarah-darah!
"Di situlah kami terpaksa minjam uang dengan pendek, Direksi pinjam, kami setuju," kata dia.
Ahok mengaku sempat melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden.
Dia mengusulkan agar sistem subsidi diubah menjadi berbasis individu melalui mekanisme digital lewat aplikasi MyPertamina.
Namun, lagi-lagi usulan itu tidak disetujui Jokowi.
Padahal, menurut Ahok, perubahan sistem subsidi itu dapat membuat Pertamina memperoleh keuntungan sekitar 6 miliar dollar AS per tahun.
"Lalu apa yang terjadi? Tidak disetujui. Nah itu yang saya sampaikan, Pak. Padahal kalau saya bilang, saya bisa untung 6 miliar dollar AS kami, kalau subsidi tidak dalam bentuk barang tapi dengan sistem voucer digital," kata Ahok.
Tag: #ahok #blak #blakan #keluar #dari #pertamina #karena #sejalan #dengan #jokowi