Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Buatan Trump, Istana: Percepat Perdamaian di Gaza
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, Indonesia memilih bergabung ke Dewan Perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump demi mempercepat proses perdamaian di Gaza.
"Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
"Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," kata dia lagi.
Prasetyo pun memastikan bahwa Indonesia akan bergabung ke Dewan Perdamaian gagasan Trump bila diajak bergabung.
Namun, dia perlu memastikan lagi aspek formal terkait keanggotaan Indonesa ke Dewan Perdamaian itu.
"Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung," kata Prasetyo.
Indonesia gabung Dewan Perdamaian
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) lewat media sosial X mengumumkan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Trump.
Kemenlu mengatakan, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya menyambut baik undangan Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian tersebut.
"Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," tulis Kemenlu dalam unggahan media sosial X, Kamis pagi.
Setelahnya, Indonesia dan negara lainnya akan menandatangani dokumen bergabung dengan Dewan Perdamaian, sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan masing-masing negara.
Para menteri negara tersebut juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump.
Selain itu, para menteri juga menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana dimuat dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Dewan Perdamaian
Sebagai informasi, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menginisiasi pembentukan Dewan Perdamaian, organisasi internasional yang bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global.
Meski awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza, piagam tersebut menunjukkan bahwa peran Dewan Perdamaian tidak terbatas hanya pada wilayah Palestina, melainkan mencakup daerah-daerah lain yang terdampak konflik.
Dewan eksekutif organisasi ini akan dipimpin oleh Trump dengan beranggotakan tujuh tokoh penting, yakni mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Kemudian, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Tag: #indonesia #gabung #dewan #perdamaian #buatan #trump #istana #percepat #perdamaian #gaza