Bappenas Apresiasi Program Smartani sebagai Praktik Baik Mendukung SDGs
– Program Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi (Smartani) yang dikembangkan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) dinilai sebagai salah satu praktik baik penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia.
Program tersebut mengusung pendekatan nature-based solution (NbS) untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Smartani merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir, mulai dari pengelolaan pertanian, peternakan, hingga pengolahan pangan lokal.
Sejak diinisiasi pada 2021, program ini telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Semarang, khususnya Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jawa Tengah (Jateng).
Hingga Desember 2025, Smartani mengembangkan puluhan titik kebun pangan keluarga di tingkat rukun tetangga (RT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Kebun-kebun tersebut tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga sarana pembelajaran pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Penganugerahan Indonesia?s SDGs Action Award 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Manager Pilar Pembangunan Lingkungan Sekretariat Nasional (Seknas) SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachman Kurniawan mengatakan, pemantauan lapangan merupakan bagian dari mandat Seknas SDGs dalam menghimpun dan mendokumentasikan praktik-praktik baik pencapaian SDGs di Indonesia.
“Program Smartani berhasil mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terpadu, sehingga layak masuk dalam basis data praktik baik SDGs nasional,” ujar Rachman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/1/2025).
Untuk diketahui, program Smartani lahir sebagai respons atas berbagai tantangan di wilayah sekitar operasional perusahaan, seperti alih fungsi lahan pertanian, ketergantungan masyarakat pada sektor industri, serta menurunnya produksi pangan lokal.
Melalui pendekatan NbS, Smartani menerapkan sistem polikultur, agroforestri, ekonomi sirkular berbasis hayati, serta pengelolaan air berbasis alam.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) meraih Juara Pertama Indonesia?s SDGs Action Awards (SAA) 2025 kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Sido Muncul dinilai berkontribusi dalam memperluas dampak pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.
Program tersebut juga mengintegrasikan sektor peternakan sebagai sumber protein, pupuk organik, dan energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas.
Selain itu, pemanfaatan panel surya turut didorong sebagai bagian dari upaya penggunaan energi ramah lingkungan.
Smartani dikembangkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, monitoring, serta mekanisme umpan balik guna memastikan keberlanjutan program sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat.
Program Smartani yang digagas Sido Muncul sejak 2021 telah menjangkau lebih dari 3.000 warga di wilayah Semarang, khususnya Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jawa Tengah.
Manajer Lingkungan Sido Muncul Amri Cahyono mengatakan, program tersebut dirancang dengan exit strategy yang jelas agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi, produktif secara sosial, dan adaptif terhadap isu lingkungan.
“Program Smartani memiliki tujuan akhir agar masyarakat mampu mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” jelas Amri.
Atas komitmen tersebut, Sido Muncul meraih Juara Pertama Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 kategori Pelaku Usaha Besar yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.
Toga Tani Sari Utomo merupakan bagian dari program Smartani yang diterapkan di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Jateng.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi perusahaan dalam memperluas dampak pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.
Program Smartani diharapkan dapat menjadi model penerapan NbS oleh sektor usaha dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Praktik baik ini juga akan didorong untuk didokumentasikan dan disebarluaskan sebagai referensi nasional maupun internasional dalam upaya percepatan pencapaian SDGs.
Tag: #bappenas #apresiasi #program #smartani #sebagai #praktik #baik #mendukung #sdgs