Mengapa Pemerintah Peduli soal Polemik Keraton Solo? Ini Kata Menbud Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
13:22
19 Januari 2026

Mengapa Pemerintah Peduli soal Polemik Keraton Solo? Ini Kata Menbud Fadli Zon

- Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon mengatakan, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional sejak 2017.

Oleh karena itu, pemerintah sangat peduli terhadap Keraton Solo, yang saat ini tengah terjadi polemik perselisihan antara dua pihak setelah wafatnya Raja Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2 November tahun 2025.

"Kita mengetahui bahwa keraton Solo atau Keraton Surakarta ini merupakan cagar budaya nasional yang sudah ditetapkan sejak 2017 dan tentu Kementerian Kebudayaan sangat peduli terhadap kelangsungannya," kata Fadli Zon, saat ditemui di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Fadli Zon menuturkan, Keraton Solo telah mendapatkan hibah dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.

Oleh karenanya, pemerintah ingin adanya penanggung jawab agar Keraton Solo yang sangat bersejarah bagi bangsa ini, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.

"Itulah perlu ada penanggung jawab karena Keraton Solo ini juga mendapatkan hibah. Hibah dari pemerintah kota, hibah dari pemerintah provinsi, hibah juga dari pemerintah pusat," ujar dia.

"Nah, hibah-hibah ini kan harus dipertanggungjawabkan," sambung Fadli Zon.

Selama ini, kata Fadli Zon, ia belum mendengar adanya sosok penanggung jawab atas hibah yang telah diberikan.

Ke depannya, pemerintah berencana melakukan revitalisasi terhadap Keraton Solo, yang telah dimulai sejak tahun lalu.

"Selama ini saya belum dengar pertanggungjawaban terhadap hibah tersebut. Karena ke depan kami juga mau melakukan revitalisasi terhadap keraton, sudah dimulai tahun lalu, kami merevitalisasi panggung Songgo Buwono," ucap dia.

Menbud menyebut, Songgo Buwono merupakan menara yang paling tinggi di tanah Jawa pada abad ke-18 sehingga lokasi ini dianggap yang paling sakral.

"Tingginya kira-kira mencapai 30 meter. Itu sudah selesai, sudah saya resmikan pada akhir Desember lalu. Begitu juga dengan Museum Kasunanan Surakarta, baru tahap awal (revitalisasi)," ucap dia.

Namun, karena terjadinya perselisihan, proses revitalisasi tersendat karena banyak sisi di Keraton Solo yang dikunci oleh salah satu pihak.

"Karena terjadinya perselisihan dari salah satu pihak mengunci museum tersebut dan mengunci banyak sisi di keraton sehingga kita juga tidak bisa melakukan intervensi," kata dia.

Tag:  #mengapa #pemerintah #peduli #soal #polemik #keraton #solo #kata #menbud #fadli

KOMENTAR