Menkop Ferry Terpilih Jadi Ketua Harian MES, Dorong Peran Koperasi Berbasis Syariah
Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/1/2026).(Dok. Kemenkop)
12:14
12 Januari 2026

Menkop Ferry Terpilih Jadi Ketua Harian MES, Dorong Peran Koperasi Berbasis Syariah

- Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi ditetapkan sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII yang digelar di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Untuk diketahui, MES merupakan organisasi nirlaba yang didirikan sejak 1 Muharram 1422 Hijriah (H) atau 26 Maret 2001 dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.

MES bersifat mandiri, tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun politik, serta berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.

“Pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi berbagai pihak, khususnya koperasi dengan MES, untuk mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ferry dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini telah banyak contoh dan praktik baik dari koperasi berbasis syariah yang berhasil mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga dapat menjadi tumpuan pengembangan ekonomi masyarakat.

Ferry mencontohkan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses membangun ekosistem bisnis di sektor pertanian.

“Saat ini juga banyak koperasi pondok pesantren yang kami minta menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Sebagai informasi, Munas VII dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES Ma’ruf Amin, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.

Menurut Ferry, kehadiran sejumlah tokoh penting itu menandai pentingnya Munas VII MES sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus menyusun program yang berkelanjutan dan inklusif. 

Ia berharap, terbentuknya kepengurusan MES yang baru dapat semakin memajukan organisasi tersebut ke depan.

Perkuat sinergi MES

Selain memilih Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES, Munas VII MES juga menetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES.

Dalam sambutannya, Rosan menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya dapat lebih dirasakan masyarakat. Ia juga menyoroti inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah.

Menurut Rosan, program Kampung Haji merupakan salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah haji Indonesia dapat berjalan lebih baik.

"Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini (2026) di kuartal IV akan kami mulai pembangunannya,” katanya.

Rosan menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi.

Ia berharap adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak agar program strategis pemerintah maupun MES dapat terlaksana dengan baik.

"Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik, yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” ucap Rosan.

Refleksi perjalanan ekonomi syariah Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina MES Ma’ruf Amin menyampaikan refleksi mengenai perjalanan ekonomi syariah di Indonesia.

Sejak berdiri, kata dia, MES memiliki dua target utama yang ingin dikembangkan, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

"Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan, posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor tiga dari sebelumnya di posisi 18,” ungkap Ma'ruf.

Hal tersebut membuktikan bahwa MES telah berhasil memasyarakatkan ekonomi syariah, tetapi hingga kini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, Ma'ruf menekankan bahwa target MES ke depan adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen.

"Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ma'ruf optimistis, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal saleh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya, khususnya seluruh pengurus organisasi MES.

Ia berharap, keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.

"Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” ucap Ma'ruf.

Tag:  #menkop #ferry #terpilih #jadi #ketua #harian #dorong #peran #koperasi #berbasis #syariah

KOMENTAR