
![[POPULER NASIONAL] Prabowo Tak Malu Akui Tim Jokowi| Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB](https://jakarta365.net/uploads/2024/01/22/kompas/populer-nasional-prabowo-tak-malu-akui-tim-jokowi-awal-mula-keretakan-pbnu-dengan-pkb-10859.jpg)


[POPULER NASIONAL] Prabowo Tak Malu Akui Tim Jokowi| Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB
- Artikel tentang capres Prabowo Subianto yang menyebut bahwa dirinya merupakan tim dari Presiden Joko Widodo menjadi pemberitaan yang paling banyak dibaca di Kompas.com pada Minggu (21/1/2024).
Kemudian, tulisan soal Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir yang mengungkap awal mula keretakan hubungan PBNU dengan PKB juga menarik minat pembaca.
Selain itu, artikel mengenai Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang menyebut pihaknya dapat dukungan dari grup musik Slank, sedangkan kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka didukung Maruarar Sirait juga menjadi terpopuler.
Berikut ulasan selengkapnya.
1. Prabowo: Kita Timnya Joko Widodo, Kita Tak Malu-malu Mengatakan Itu
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menegaskan, pihaknya adalah tim Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia tidak malu mengatakan itu.
Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam konsolidasi relawan Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalimantan Selatan (Kalsel) di GOR Rudy Resnawan, Banjar Baru, Sabtu (20/1/2024).
"Kita adalah tim, timnya Joko Widodo, saudara-saudara, kita tidak malu-malu mengatakan itu," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, meski dirinya selalu bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, namun mereka pada akhirnya bisa bersatu.
2. Gus Nadir Ungkap Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB
Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir mengungkapkan awal mula gesekan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Menurut Gus Nadir, persoalan itu timbul seiring sikap politik PBNU di bawah Ketua Umum Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menjaga jarak dan mencabut hak-hak istimewa PKB selaku partai yang dilahirkan NU.
PKB yang sebelumnya memiliki hak khusus dari NU, kata Gus Nadir, tiba-tiba di masa kepemimpinan NU Gus Yahya dianggap sama seperti partai politik pada umumnya.
Sejumlah Pengurus Cabang NU (PCNU) yang mengizinkan pengurus PKB menggelar acara di kantor mereka juga mendapatkan surat peringatan (SP).
3. TPN Ganjar-Mahfud: Prabowo Dapat Maruarar Sirait, Kami Dapat Slank
Wakil Direktur Representatif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Charles Honoris, optimistis dukungan dari grup band Slank dapat mendongkrak elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3.
Charles mengatakan, dukungan Slank bakal berdampak lebih besar dibandingkan sejumlah anggota Taruna Merah Putih (TMP) yang berpaling mendukung calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, mengikuti jejak eks politikus PDI-P Maruarar Sirait.
"Dengan dukungan Slank terhadap Ganjar-Mahfud ini, kami berharap bisa memberi dampak elektoral mengingat grup band legendaris ini memiliki lebih dari 4 juta pendukung fanatik. Jika Prabowo-Gibran dapat Maruarar, maka kami dapat Slank," kata Charles dalam siaran pers, Sabtu (20/1/2024).
Tag: #populer #nasional #prabowo #malu #akui #jokowi #awal #mula #keretakan #pbnu #dengan