



Tumbuh Tanpa Dihargai Orang Tua: 8 Sifat Ini Biasanya Muncul Ketika Anak-anak Mulai Dewasa
Masa kecil adalah fondasi penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Bagi sebagian orang, pengalaman masa kecil yang penuh dengan penghargaan, kasih sayang, dan perhatian akan membentuk rasa percaya diri yang kuat.
Namun, tidak sedikit anak yang tumbuh dengan orang tua yang kurang menghargai atau justru mengabaikan anak-anaknya.
Perasaan tidak dihargai tersebut sering kali bertahan hingga mereka dewasa. Hal ini tidak hanya terkait dengan bagaimana mereka memandang diri sendiri, tetapi juga memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang sekitarnya.
Dalam artikel ini, yang dilansir dari laman Small Business Bonfire, Selasa (3/12), akan diulas 8 sifat yang sering kali ditunjukkan oleh mereka yang sewaktu kecil dulu tidak pernah dihargai oleh orang tuanya. Apa saja itu?
1. Sulit dalam membangun hubungan
Bagi banyak orang yang tidak pernah merasa dihargai saat tumbuh dewasa, memercayai orang lain bisa menjadi sebuah tantangan. Mereka akan merasa tidak yakin apakah mereka benar-benar dicintai atau dihargai oleh teman-teman dan pasangan mereka.
Mereka juga akan terus-menerus mempertanyakan niat teman dan pasangan mereka, bahkan menjaga jarak dengan mereka, karena takut jika mereka juga akan diremehkan seperti yang dilakukan orang tua mereka.
2. Berjuang dengan masalah harga diri
Bukan hal yang aneh bagi individu yang tidak merasa dihargai oleh orang tuanya semasa kecil untuk bergulat dengan masalah harga diri di kemudian hari.
Hal ini bermula dari perasaan tidak dihargai selama tahun-tahun pembentukan diri mereka. Perasaan ini dapat terwujud dalam kebutuhan untuk terus mendapatkan validasi dan ketakutan bahwa mereka tidak cukup baik.
3. Ambisi untuk terus berprestasi
Bagi mereka, pencapaian bukan hanya tentang kepuasan atau ambisi pribadi, tetapi kebutuhan mendalam untuk membuktikan nilai mereka.
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2002 dalam American Psychological Association, anak-anak yang merasa kurang dihargai sering kali berupaya meraih keberhasilan akademis dan karier di masa dewasa sebagai cara untuk mengimbangi persepsi kurangnya nilai yang mereka rasakan.
4. Sulit mengekspresikan emosi
Orang-orang yang tidak merasa dihargai saat kecil sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang sulit mengekspresikan emosi.
Hal ini karena waktu masih anak-anak, mereka merasa jika perasaan mereka tidak penting atau valid.
Akibatnya, mereka sering kali menekan emosi mereka atau kesulitan mengungkapkannya, karena takut diabaikan atau diremehkan.
5. Mendambakan kasih sayang
Semua orang secara alami mendambakan cinta dan kasih sayang. Namun, bagi mereka yang tidak merasa dihargai oleh orang tua, keinginan ini bisa sangat kuat.
Saat dewasa, mereka sering kali berusaha mengisi kekosongan ini dengan berbagai cara, melalui pertemanan, hubungan romantis, atau bahkan melalui anak-anak mereka sendiri.
6. Takut ditolak
Semua orang takut ditolak. Namun, bagi mereka yang tidak pernah merasa dihargai saat masih kecil, penolakan bisa sangat menyakitkan.
Pikiran tentang penolakan dalam hal apa pun, baik itu dalam pertemanan, hubungan romantis, atau bahkan lingkungan karier, terlalu menyakitkan untuk ditanggung.
Ketakutan ini dapat menahan mereka untuk mengejar peluang dan menjalin hubungan yang bermakna.
7. Terlalu kritis terhadap diri sendiri
Mereka sering kali menetapkan standar yang sangat tinggi bagi diri mereka sendiri, terus-menerus memeriksa tindakan mereka dan bahkan meremehkan pencapaian mereka sendiri.
Kritik diri ini sering kali berasal dari keyakinan yang mengakar kuat bahwa mereka tidak cukup baik.
8. Keinginan kuat untuk membuat orang lain merasa dihargai
Menariknya, orang yang tidak pernah merasa dihargai semasa kecil sering kali berusaha keras untuk membuat orang lain merasa dihargai. Mereka tahu bagaimana rasanya diremehkan dan mereka tidak ingin orang lain mengalami penderitaan itu.
Ini bisa menjadi sifat yang baik, yang menonjolkan empati dan kebaikan mereka.
***
Tag: #tumbuh #tanpa #dihargai #orang #sifat #biasanya #muncul #ketika #anak #anak #mulai #dewasa