Orang yang Kehilangan Kedekatan dengan Orang Tuanya Seiring Bertambahnya Usia Seringkali Menampilkan 5 Perilaku Ini, Apa Saja?
Ilustrasi orang yang kehilangan kedekatan dengan orang tuanya seiring bertambahnya usia. (Freepik)
13:36
1 Desember 2024

Orang yang Kehilangan Kedekatan dengan Orang Tuanya Seiring Bertambahnya Usia Seringkali Menampilkan 5 Perilaku Ini, Apa Saja?

- Seiring bertambahnya usia, hubungan dengan orang tua seringkali mengalami perubahan. Banyak orang mulai merasa lebih mandiri dan membangun kehidupan mereka sendiri, yang terkadang membuat mereka terasa sangat jauh dengan orang tua secara emosional.

Meski demikian, tidak adanya kedekatan tersebut bisa mempengaruhi hubungan yang seharusnya tetap terjaga. Ada beberapa perilaku yang seringkali muncul ketika seseorang mulai kehilangan kedekatan dengan orang tuanya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa perilaku umum yang sering terlihat pada orang yang semakin menjauh dari orang tua mereka. Dengan memahami perilaku-perilaku ini, kita dapat lebih bijak dalam menjaga hubungan keluarga agar tetap harmonis, meskipun kita sedang menjalani kehidupan sendiri sebagai orang dewasa.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Minggu (1/12), berikut merupakan 5 perilaku yang sering kali ditampilkan oleh orang yang kehilangan kedekatan dengan orang tuanya seiring bertambahnya usia.

1. Keengganan untuk berbagi

Seiring bertambahnya usia, Anda mulai merasa lebih mandiri dan lebih nyaman dengan kehidupan pribadi kita. Dulu, Anda mungkin sering bercerita tentang hal-hal kecil seperti impian, tantangan, atau kegiatan sehari-hari kepada orang tua.

Namun, seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini bisa berkurang. Anda mungkin merasa tidak perlu lagi untuk memberi tahu orang tua tentang setiap hal dalam hidup Anda, atau bahkan merasa takut bahwa orang tua tidak akan mengerti Anda sebagai seorang anak.

Akibatnya, orang tua bisa merasa terpinggirkan dan ini bisa menciptakan jarak emosional yang semakin besar. Jika Anda merasa tidak lagi terbuka dengan orang tua, sudah saatnya untuk merenung dan mencari tahu mengapa hal ini terjadi.

Menjaga komunikasi yang terbuka dengan mereka sangat penting untuk memperkuat hubungan dan mengurangi kesalahpahaman.

2. Menyalahkan orang tua atas masalah

Banyak masalah yang Anda hadapi di kehidupan dewasa sering kali dikaitkan dengan masa kecil Anda dan cara orang tua membesarkan Anda. Mungkin Anda merasa bahwa kesulitan dalam hidup adalah akibat dari bagaimana orang tua mendidik atau memperlakukan Anda.

Namun, meski pengaruh orang tua sangat besar, penting bagi Anda untuk tetap ingat bahwa orang tua Anda juga manusia yang bisa membuat kesalahan.

Orang tua selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Terus-menerus menyalahkan orang tua untuk segala masalah yang Anda miliki hanya akan menghambat perkembangan pribadi Anda.

Daripada menyalahkan, lebih baik Anda belajar untuk menerima kenyataan, memahami kesalahan mereka, dan memaafkan mereka. Ini adalah langkah pertama untuk maju dan mengambil kendali penuh atas kehidupan Anda.

3. Memprioritaskan hubungan lain

Ketika Anda tumbuh dewasa, Anda mulai membangun hubungan dengan teman, pasangan, atau rekan kerja yang lebih intens. Kadang-kadang, Anda lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama mereka karena hubungan ini terasa lebih segar atau lebih memuaskan pada saat itu.

Sementara itu, hubungan dengan orang tua bisa menjadi kurang prioritas, karena mereka sering kali dianggap akan selalu ada dalam hidup Anda. Namun, terlalu banyak mengabaikan orang tua bisa menyebabkan mereka merasa ditinggalkan atau kurang dihargai. Menjaga hubungan dengan orang tua memerlukan usaha, meskipun Anda sangat sibuk dengan kehidupan pribadi.

Memberikan perhatian lebih pada mereka, meskipun hanya dengan menghubungi mereka secara rutin, dapat membantu menjaga ikatan yang kuat dan menghindari kesenjangan emosional.

4. Melihat pandangan orang tua sebagai hal yang tidak relevan

Sering kali, ketika Anda tumbuh lebih dewasa, Anda merasa bahwa pandangan dan nasihat orang tua sudah tidak sesuai dengan kenyataan atau perkembangan zaman. Dunia terus berubah dengan cepat, dan orang tua Anda mungkin tampak ketinggalan zaman dalam cara berpikir mereka.

Namun, meskipun beberapa pandangan mereka mungkin tidak sesuai dengan kondisi Anda saat ini, mereka tetap memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga.

Mereka telah melalui banyak hal dalam hidup dan memiliki banyak pelajaran yang bisa Anda pelajari. Mengabaikan pandangan mereka karena menganggapnya sudah tidak relevan hanya akan menciptakan jarak.

Sebaliknya, Anda bisa mencoba mendengarkan mereka dengan lebih terbuka, menunjukkan rasa hormat, dan mencoba memahami perspektif mereka. Meskipun tidak semua nasihat mereka cocok dengan Anda, tetapi menganggap pandangan mereka dengan rasa hormat dapat memperkuat ikatan emosional dan membuka peluang untuk diskusi yang lebih bermakna.

5. Menghindari percakapan sulit

Banyak orang cenderung menghindari percakapan yang bisa menimbulkan ketegangan atau konflik dengan orang tua. Topik-topik seperti masalah keluarga, kesalahan masa lalu, atau perbedaan pandangan bisa terasa sangat sulit untuk dibicarakan.

Namun, menghindari percakapan ini hanya akan memperburuk keadaan, karena masalah yang tidak dibicarakan akan terus ada dan menciptakan ketegangan. Menghadapi percakapan yang sulit memang tidak mudah, tetapi hal ini adalah cara yang efektif untuk memperbaiki hubungan dan memperdalam pemahaman antara orang tua dan anak.

Jika Anda ingin memperbaiki hubungan dengan orang tua, Anda perlu memberanikan diri untuk menghadapi masalah dan berbicara dengan jujur meskipun itu tidak selalu nyaman. Percakapan yang terbuka dan penuh pengertian dapat mengurangi rasa terasing dan membantu Anda untuk membangun kembali hubungan yang lebih sehat.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #orang #yang #kehilangan #kedekatan #dengan #orang #tuanya #seiring #bertambahnya #usia #seringkali #menampilkan #perilaku #saja

KOMENTAR