3 Tanda Kamu Berpikir Ilmiah Bak Ilmuwan, Salah Satunya Mengakui Kerentanan akan Bias dan Kekeliruan
Ilustrasi: Ilmuwan . (CU Management).
10:48
22 April 2024

3 Tanda Kamu Berpikir Ilmiah Bak Ilmuwan, Salah Satunya Mengakui Kerentanan akan Bias dan Kekeliruan

– Mengadopsi cara berpikir ilmiah sebenarnya bukanlah hak istimewa para ilmuwan semata, tetapi sebuah keterampilan yang dapat dimiliki oleh siapa pun.

Ketika mengamati fenomena sehari-hari, kita sering kali tidak sadar bahwa pikiran kita telah mengikuti pola pemikiran ilmiah yang mirip dengan ilmuwan.

Namun, apakah kamu telah memperhatikan tanda-tanda bahwa kamu secara alamiah telah mulai berpikir ilmiah seperti ilmuwan?

Dilansir dari psychologytoday.com pada Senin (22/4), terdapat tiga indikator yang menunjukkan bahwa kamu mungkin telah mengadopsi cara berpikir yang ilmiah dalam menjelajahi dunia sekitar.

1. Memahami sesuatu berdasarkan bukti

Salah satu tanda kamu memiliki pikiran yang ilmiah bak ilmuan adalah kamu tidak dengan gampang mengkonsumsi suatu hal sebelum mendapatkan buktinya.

Kamu tidak serampangan menerima berita, informasi, omongan apalagi yang bertebaran di media sosial sebelum kamu menggenggam bukti empirisnya terlebih dahulu.

Seorang filsuf David Hume pernah mengatakan, “Orang bijak membandingkan keyakinannya dengan bukti.”

Pemikir ilmiah dapat meningkatkan keyakinannya pada sesuatu seiring dengan semakin banyaknya bukti yang ditemukan.

Sebaliknya, mereka akan kehilangan kepercayaan akan sesuatu ketika dihadapkan dengan ketiadaan bukti, atau bukti tandangan yang lebih dipercaya.

2. Selektif melihat bukti

Bukti barangkali bertebaran dapat ditemui dengan mudah di lapangan, namun seorang pemikir ilmiah adalah mereka yang selektif melihat bukti yang tersedia.

Kamu dikatakan memiliki pikiran yang ilmiah ketika kamu dapat memilah untuk mengetahui bukti mana yang dapat dipercaya dan mana yang tidak.

Seorang pemikir ilmiah selain selektif, ia juga sangat kritis. Para pemikir ilmiah menganalisis kredibilitas dan keahlian orang-orang yang membuat klaim atau suatu opini maupun pendapat.

Bahkan pemikir ilmiah juga memperhatikan konflik kepentingan seperti siapa yang mendanai atau mengambil manfaat dari suatu proyek ini.

Jika kamu seorang pemikir ilmiah, kamu akan lebih menjadi pembacaan lateral daripada pembacaan vertikal ketika mengevaluasi apakah suatu klaim benar.

Para pemikir kritis yang hebat menggunakan pembacaan lateral dengan membandingkan klaim tertentu dengan sumber-sumber lain yang diketahui dan dapat dipercaya.

3. Mengakui kerentanan bias dan kesalahan

Pemikir ilmiah bukanlah seorang yang egosentris. Melainkan dengan mempraktikkan kerendahan hati intelektual, seorang dengan pikiran ilmiah mengakui kerentanannya pada bias dan kekeliruan.

Beberapa bias misalnya, bias konfirmasi yang mana kita cenderung untuk mencari, menyukai, dan mengingat informasi yang menegaskan keyakinan kita.

Terkadang juga terlalu percaya diri yang cenderung untuk melebih-lebihkan pengetahuan dan/atau kemampuan kita.

Ada juga Ad hominem, yakni upaya mendiskreditkan suatu argumen dengan menyerang sumbernya.

Red herring yakni upaya menyesatkan atau mengalihkan perhatian dengan merujuk pada informasi yang tidak relevan. Dan, masih banyak lagi bias yang bisa saja dilakukan seorang pemikir ilmiah.

Itulah tiga tanda yang menunjukkan bahwa seseorang berpikir ilmiah layaknya ilmuan. Apakah kamu memiliki salah satunya?

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #tanda #kamu #berpikir #ilmiah #ilmuwan #salah #satunya #mengakui #kerentanan #akan #bias #kekeliruan

KOMENTAR