5 Amalan dan Bacaan Doa di Hari Tasyrik yang Dianjurkan setelah Iduladha
Setelah Hari Raya Iduladha, umat Islam memasuki momen istimewa yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Banyak orang mengenal Hari Tasyrik sebagai waktu untuk menikmati hidangan kurban bersama keluarga dan kerabat. Namun, di balik itu, ada banyak amalan yang dianjurkan dikerjakan.
Menyadur informasi dari Dompet Dhuafa, berikut penjelasan mengenai amalan dan bacaan doa di Hari Tasyrik.
Ilustrasi Kurban dan Pembagiannya (Dok. Dompet Duafa)Apa Itu Hari Tasyrik?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah.
Kata tasyrik berasal dari bahasa Arab "syarraqa" yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu di bawah sinar matahari.
Pada zaman dahulu, daging kurban dijemur agar lebih tahan lama karena belum ada alat pendingin modern.
Hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada hari-hari tersebut.
Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikrullah ta'ala." (HR Muslim)
Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik
1. Memperbanyak Zikir dan Takbir
Salah satu amalan utama saat Hari Tasyrik adalah memperbanyak zikir. Banyak umat Islam membaca takbir setelah salat fardu atau yang dikenal dengan Takbir Muqayyad.
Suasana Hari Tasyrik memang identik dengan lantunan takbir yang masih terdengar di masjid maupun rumah-rumah.
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Memperbanyak tahmid, tahlil, dan tasbih juga dianjurkan untuk mengisi hari-hari penuh berkah tersebut.
2. Memperbanyak Doa
Hari Tasyrik dipercaya menjadi salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Banyak ulama menyebut suasana penuh zikir dan ibadah di hari ini membuat doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Doa bisa dipanjatkan setelah salat, saat selesai berdzikir, maupun di waktu-waktu mustajab lainnya.
Salah satu doa yang bisa diamalkan yakni sebagai berikut.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."
3. Bersedekah dan Berbagi Makanan
Hari Tasyrik juga menjadi momen yang baik untuk berbagi kepada sesama. Selain membagikan daging kurban, sedekah makanan kepada tetangga atau kerabat juga termasuk amalan yang dianjurkan.
Kebersamaan saat makan bersama keluarga dan lingkungan sekitar menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
4. Menjaga Silaturahmi
Momen setelah Iduladha sering dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Karena itu, menjaga hubungan baik dan mempererat silaturahmi juga termasuk amalan yang bernilai ibadah.
Berkunjung ke rumah saudara atau sekadar saling berkabar bisa menjadi cara sederhana menjaga hubungan tetap hangat.
5. Memperbanyak Amal Saleh
Selain zikir dan doa, Hari Tasyrik juga bisa diisi dengan membaca Al-Qur'an, membantu sesama, hingga menjaga ucapan dan perilaku sehari-hari.
Hari-hari ini masih termasuk bagian dari 10 hari pertama Zulhijah yang dikenal memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah selain hari-hari ini (10 Zulhijah)" (HR Bukhari.)
Kenapa Hari Tasyrik Dianggap Istimewa?
Hari Tasyrik bukan hanya tentang menikmati hidangan kurban, tetapi juga waktu untuk memperkuat rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada waktu yang sama, jutaan jemaah haji juga masih menjalankan rangkaian ibadah di Mina seperti melempar jumrah dan memperbanyak doa.
Oleh karena itu, Hari Tasyrik sering dianggap sebagai momen penuh keberkahan yang sayang dilewatkan begitu saja.
Tag: #amalan #bacaan #hari #tasyrik #yang #dianjurkan #setelah #iduladha