Waspada 5 Tanda Awal Rambut Menipis, Segera Atasi Sebelum Botak
- Rambut mulai menipis terkadang tidak disadari. Gejala awalnya sangat samar, mungkin hanya beberapa helai yang rontok atau garis rambut yang mundur perlahan, sehingga banyak orang melewatkan kesempatan emas untuk mencegah kerontokan sejak dini dan mengembalikan volume rambut seperti semula.
Menurut dokter dermatologis Neera Nathan, kebotakan akibat penipisan rambut sebenarnya bisa dicegah asal kita bertindak cepat.
"Meskipun penipisan rambut adalah hal yang normal, hampir semua penipisan rambut dapat diobati oleh dokter kulit," ungkap Nathan seperti dikutip dari Vogue.
Baca juga: Beda Rambut Rontok dan Kebotakan pada Pria
Tanda awal dan cara mengatasi penipisan rambut
Penyebab rambut menipis
Terdapat beberapa faktor yang bisa mempercepat atau memperburuk kerontokan, dengan stres, hormon, dan usia sebagai penyebab paling umum. Kesehatan kulit dan rambut juga menjadi indikator kondisi sistem imun tubuh secara keseluruhan.
"Kekurangan vitamin dan kekurangan protein dapat menyebabkan penipisan rambut. Begitu juga tekanan fisik atau emosional yang ekstrem, seperti melahirkan atau kehilangan orang yang dicintai," tutur dr. Nathan.
Dokter kulit dan penasihat klinis di Great Many, Shilpi Khetarpal, MD, FAAD, menambahkan, peradangan di kulit kepala seperti psoriasis atau dermatitis seboroik juga dapat berdampak pada terjadinya kerontokan rambut.
Baca juga: Obat Penurun Berat Badan Sebabkan Rambut Rontok? Ini Kata Ahli
Tanda awal penipisan rambut
Gejala penipisan biasanya muncul perlahan melalui lima tanda umum yang patut kamu waspadai:
- Ikatan kuncir mengecil: Jika karet rambut harus dililitkan lebih banyak dari sebelumnya saat kamu mengikat rambut, ini menandakan menurunnya kepadatan rambut.
- Kulit kepala lebih terlihat: Pada pria, penipisan tampak dari mundurnya garis rambut, yang sering disebut dengan resesi pola-M. Bagi wanita, tandanya berupa belahan rambut yang melebar secara bertahap.
- Rambut berhelai tipis: Rambut yang tumbuh sangat pendek dan berhelai tipis menunjukkan penyusutan folikel. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai sekadar rambut patah.
- Helai rapuh dan mudah patah: Saat helaian makin rusak, volumenya otomatis akan berkurang drastis. Jika kondisi rapuh ini terjadi mendadak, kamu harus segera mencari tahu penyebab utamanya.
- Kerontokan berlebih: Kehilangan 100 hingga 150 helai per hari adalah batas normal.
Terkait kerontokan berlebih, trikolog Bridgette Hill menerangkan, ada banyak pemicunya. Di antaranya adalah perubahan hormonal, penurunan berat badan, dan diet.
"(Lalu) gizi buruk, kekurangan vitamin dan mineral, stres, asupan obat resep, produk yang digunakan, dan kebiasaan penataan rambut," ucap dia.
Dokter kulit di MDCS Dermatology, Marisa Garshick, MD, mengatakan, penipisan rambut merupakan proses yang terjadi secara bertahap.
Baca juga: Obat Penurun Berat Badan Sebabkan Rambut Rontok? Ini Kata Ahli
Cara mencegah penipisan lanjutan
Terdapat sejumlah opsi untuk merangsang kembali pertumbuhan helaian rambut. Namun, dr. Khetarpal mengingatkan, kerontokan rambut adalah multifaktorial
Kamu bisa memulai dari sampo perangsang pertumbuhan atau sampo antiketombe yang mengandung zink piriton atau ketokonazol. Serum dengan bahan aktif seperti minoksidil atau kafein juga disarankan.
Sebagai asupan dalam, vitamin D merupakan suplemen terbaik, sedangkan kasus serius mungkin membutuhkan obat minum resep dokter.
Pilihan di klinik maupun salon pun amat beragam, mulai dari terapi plasma kaya trombosit (PRP), terapi laser, pijat kulit kepala, hingga transplantasi bedah.
Jaga asupan nutrisi dan cukupi kebutuhan protein, sayuran, dan omega-3.
"Makanan olahan bisa menaikkan gula darah kita. Jadi, konsumsi makanan utuh dan meminimalkan bahan tambahan, pengawet, gula, dan hal-hal yang diproses sangat tinggi. Ini terbaik untuk kulit, rambut, dan kesehatan secara keseluruhan," ucap dr. Khetarpal.
Baca juga: Mengatasi Rambut Rontok, dari Gaya Hidup sampai Serum Kulit Kepala
Kapan harus ke dokter?
Segera temui dokter kulit apabila kerontokan memburuk atau terjadi secara tiba-tiba. Dokter Garshick memperingatkan terkait masalah kebotakan berbercak, iritasi, kemerahan, kulit bersisik, gatal, hingga jaringan parut.
"Ini mungkin tanda-tanda peradangan dan mungkin harus diperiksa oleh seorang profesional," tuturnya.
"Kerontokan berlebihan apa pun yang berlangsung lebih dari beberapa bulan, rambut rontok yang terjadi setelah penyakit atau setelah melahirkan dan tidak membaik, atau penipisan yang nyata di sepanjang garis rambut atau puncak kepala, adalah alasan untuk mencari bantuan," tambah dr. Garschick.
Rambut rontok akibat stres umumnya bisa tumbuh kembali, meski memakan waktu berbulan-bulan. Namn, untuk kondisi seperti alopecia androgenetik, pertumbuhan kembali dimungkinkan ketika pengobatan dimulai lebih awal.
"Tetapi tujuan sebenarnya dari mengobati jenis kerontokan rambut ini lebih difokuskan pada memperlambat perkembangan kerontokan rambut, menebalkan rambut yang masih kamu miliki, dan merangsang pertumbuhan baru," pungkas dia.
Baca juga: Benarkah Biotin Bisa Membantu Menumbuhkan Rambut? Ini Penjelasan Ahli
Tag: #waspada #tanda #awal #rambut #menipis #segera #atasi #sebelum #botak